Swaanews.com - Sebagai antisipasi di musim penghujan, Pemrinttah Kota Surabaya sedang gencar membenahi saluran dan melakukan pembersihan dan juga pemasangan paving yang dikerjakan oleh rekanan atau kontraktor.
Baca juga: Tutup Rakernas APEKSI 2026, Wali Kota Eri Tegaskan Komitmen Kawal Program Presiden
Namun yang terjadi di lapangan adalah jika proyek ini dikerjakan tanpa ada koordinasi dengan pengurus kampung setempat. Bahkan proses pengerjaannya ada yang asal-asalan. Seperti yang terlihat di Jalan Ikan Kerapu III yang merupakan wilayah RT4 RW 3 Kelurahan Perak Barat Kecamatan Krembangan, Surabaya.
Meski sempat berterima kasih bahwa Pemkot telah merealisasikan usulan warga, Ketua RW 3, Ridwan Lamatenggo mewakili warganya mengaku kecewa, karena pembangunan yang dilakukan oleh rekanan dan kontraktor yang ditunjuk Pemkot Surabaya ini kurang pas atau tidak sesuai dari usulan.
"Karena kurang masuk kedalam, sehingga dikhawatirkan ketika hujan, air dari gorong-gorong akan masuk kerumah warga," ujar Kamis (1/9/2022).
"Gorong-gorong yang sudah dipasang, tidak mengcover pembuangan air dari rumah warga," tambahnya.
Untuk rumah yang baru, menurut Ridwan, memang masih bisa tercover pembuangannya karena tinggi. Namun di RT 4, rumah warga hampir keseluruhan adalah bangunan lama, jadi posisi pembuangan limbahnya masih rendah, bahkan jika dilihat, posisi saluran pembuangan dari rumah warga ada dibawah gorong-gorong.
"Belum lagi, dari pembangunan saluran yang terlalu tinggi, banyak pagar warga yang tidak bisa terbuka karena terhalang beton gorong-gorong," keluh Ridwan.
Maka dari itu, lanjutnya, dari kesepakatan warga, pengerjaan gorong-gorong di stop dulu, dan meminta anggota DPRD Surabaya Imam Syafi'i untuk memfasilitasi kelanjutan penyelesaiannya.
"Mudah-mudahan kedepannya, pemberian dari Pemerintah Kota Surabaya ini membawa manfaat bagi warga RT4, dan bukannya malah menjadi masalah baru," ungkap Ridwan yang mengaku selama ini di kampung jalan Ikan Kerapu tidak pernah terjadi banjir.
Sementara itu, Imam Syafi'i Anggota DPRD Surabaya yang datang ke lokasi sebenarnya hendak memastikan kebenaran apa yang menjadi aduan warga Ikan Kerapu. Namun setelah melihat langsung, ia mengaku pembangunan yang ada lebih parah dari bayangannya.
Baca juga: Soft Launching Creative Hub Eks Hi-Tech Mall, Pemkot Surabaya Siapkan Pesta Rakyat Gratis
"Lebih parah dari bayangan saya, dan kesannya warga itu ngemis-ngemis untuk dipasang, dan akhirnya dipasang seadanya," papar Imam Syafi'i.
"Jangan lupa, proyek ini adalah dari usulan warga yang dibawa ke musrenbang kota dan anggarannya juga sudah dirapatkan dengan dewan (DPRD) Kota Surabaya," katanya.
Politisi Partai NasDem ini menyampaikan bahwa pembangunan ini juga merupakan usulannya setelah reses. Oleh karena itu, Imam berharap yang kurang pas segera diperbaiki, karena warga merasa keberatan. Pembangunan ini menghabiskan anggaran dari uang rakyat yang besar, dan tentunya akan kembali dipertangung jawabkan kepada rakyat jika nantinya tidak berfungsi.
"Banyak sekali masalahnya, pertama saluran air warga tidak tertampung. Kemudian banyak pagar warga yang tidak bisa dibuka," jelasnya.
Imam juga merasakan ada yang aneg, ketika menemui pengawas proyek, mereka bilang kekurangan dana.
Baca juga: Pemkot Surabaya Pastikan Masa Depqn Korban , Fasilutasi Sekolah Online dan Pendampingan Hukum
"Ini aneh, mau saya investigasi. Yang dikhawatirkan, jangan-jangan ini (proyek tersebut) berkali-kali di-Ssub kan dari orang ke orang lain, sehingga dana sudah dihabiskan oleh penerima proyek sebelum-sebelumnya," terangnya.
"Saya akan terus mengawal pembangunan ini sesuai dengan keinginan warga. Dan fungsi sebagai saluran air betul-betul optimal," tegasnya.
Wakil rakyat yang mantan Jurnalis ini menyatakan bahwa apabila memang ternyata ada pelanggaran, Imam mengaku akan mengecek kebenarannya.
"Yang mengerjakan ini siapa, sepertinya penunjukan langsung (PL). Nah, kalau PL kriterianya seperti apa, jangan sampai penunjukan langsung karena teman baiknya atau kroninya, tetapi kemudian tidak memperhatikan kualitas orang yang mengerkajan itu," beber Imam.
"Bolehlah, kalau penunjukan langsung temennya tapi bener orang-orang yang berkualitas. Sehingga di lapangan tidak asal-asalan mengerjakannya," tutup Imam Syafi'i. (mar)
Editor : redaksi