Swaranews.com - Tak kenal lelah, demi mewujudkan zero stunting di wilayahnya. Matlilla, Lurah Tambak Wedi terus bergerak, bahkan langsung ke rumah warga untuk langsung melakukan penangan.
"Hari ini kita mengunjungi warga RT 10 RW 01 yang putranya mengalami stunting. Kita tadi ditemani oleh ketua TP PKK Kelurahan Tambak Wedi dan KSH, didampingi juga oleh Pak RT setempat," ujar Matlilla kepada Swaranews.com di Tambak Wedi, Sabtu (3/6/2023).
Dia menyampaikan bahwa agenda ini sudah dua kali dilaksanakan dengan memberikan sirup untuk penambah nafsu makan. Karena kebanyakan dari penderita stunting nafsu makannya yang kurang.
Baca juga: Pemkot Surabayq Perluas Kelas Bahasa Inggris Gratis hingga Balai RW dan Rusun
"Jadi Walaupun dia diberi makanan bergizi tapi dia tidak mau makan dan akhirnya jadi kurang begitu berguna, sia-sia," terang Matlilla.
Lurah Tambak Wedi, Kecamatan Kenjeran ini menyebutkan bahwa selain makanan atau kudapan dari Puskesmas tambahan dari di samping tetap memberikan kudapan dari Puskesmas dan dari GNI. Namun pihaknya tetap memberikan makanan dan sirup vitamin penambah nafsu makan.
"Pemberian sirup untuk penambah nafsu makan ini baik untuk daya tahan tubuh si anak tersebut. Kebetulan kalau dari komposisi sirup ini terbuat dari madu dan ikan gabus. Jadi ini baik untuk pertumbuhan si anak tersebut," papar Matlilla.
Selain itu, dirinya juga menegaskan bahwa Kelurahan Tambak Wedi juga memberikan layanan pijat sebagai terapi kepada balita stunting. Bahkan pihaknya telah menandatangani MoU dengan Universitas Airlangga Surabaya dan Politeknik Kesehatan Kemenkes Surabaya.
Semoga akhir tahun 2023 di Kelurahan Tambak Wedi sudah zero stunting. Saya juga berharap demikian di seluruh kelurahan yang ada di Kecamatan Kenjeran. Sehingga secara umum Kota Surabaya benar-benar zero stunting," tutup Matlilla, Lurah Tambak Wedi. (mar)
Baca juga: Dispendik Pastikan MPLS Berjalan Kondusif dan Ramah Anak
Editor : redaksi