Swaranews.com - Desa Johodi Kabupaten Kediri memang menjadi salah satu desa yang terkenal akan potensi alamnya. Namun demikian, desa ini juga memiliki daya tarik yang lain.
Desa Joho merupakan salah desa wisata di Kabupaten Kediri, tepatnya di Kecamatan Semen bagian barat. Lokasinya terletak di lereng Gunung Wilis pada ketinggian sekitar 567,20 meter di atas permukaan laut.
Baca juga: Samsat Kota Kediri Tingkatkan Pelayanan Cepat, Ramah dan Profesional
Kendati di lereng gunung, lokasinya mudah dijangkau. Jalurnya sudah beraspal. Pengunjung tak akan kesulitan mencapai lokasinya. Jarak tempuhnya kurang lebih 20 km dari terminal Kota Kediri kearah barat. Perjalanan ke Desa Joho dapat ditempuh dengan sepeda motor atau mobil.
Daya tarik di Desa Joho adalah keindahan alamny. Memasuki lokasi wisata ini, pengunjung akan disambut dengan gapura ucapan selamat datang di wisata Sumber Podang. Bergapura kecil namun cukup jelas menunjukkan daerah itu sudah masuk lokasi wisata Sumber Podang.
Sumber Podang menjadi ikon utama Desa Joho. Bendungan dengan airnya yang sangat jernih khas daerah pegunungan. Di tempat itu, didominasi wisata alam dengan latar belakang areal kebun dan pegunungan. Ada pula goa lalat, dan taman bunga kelir. Sebagian besar wisata di Desa Joho terpusat di kawasan wisata Sumber Podang.
Ada banyak kafe dibangun berjejer oleh warga sebagai lokasi istirahat. Sambil melihat pemandangan alam, warga bisa swafoto dengan latar alam yang menarik.
Baca juga: Pelayanan Samsat Keduri Semakin Fleksibel
Ada pula Taman Bunga Kelir. Ini sangat cocok buat kegiatan refresing. Di tempat ini pula, kalian bisa melakukan aneka kegiatan outbound. Tempat ini juga menyediakan banyak spot foto yang Instagramable. Buat yang suka tantangan, di tempat ini pula ada river tubing, trekking, flying fox, hingga spider net.
Buat yang suka wisata sejarah atau religi bisa mengunjungi surau peninggalan Syekh Bela-Belu. Ia adalah salah satu keturunan dari Prabu Brawijaya terakhir. Ia mempunyai nama kecil Raden Jaka Bandem.
Daya tarik lain adalah madu asli yang telah kondang sejak lama sekaligus menjadi produk unggulan Desa Joho. Desa ini nerupakan salah satu sentranya madu di Kabupaten Kediri.
Baca juga: Cross Musea Pertiwi Pameran Kolaborasi Tiga Museum Hadir di Surabaya
Tak hanya menjadi lokasi wisata, sentra lebah madu ini juga menjadi sarana edukasi. Banyak warga di desa ini menjadi peternak madu. Jenis madunya beragam, ada kaliandra, randu, mangga, hingga mente.
Berkat keseriusan dalam pengembangan Desa Wisata, Joho mendapatkan banyak dukungan. Salah satunya adalah dari Perhutani, yang mendukung perluasan kawasan wisata yang semula 1 hektar menjadi 6 hektar. Pada 2016, Joho mendapatkan anugerah dari Kabupaten Kediri kategori desa terbaik dalam pembangunan pariwisata.(Er)
Editor : amar