Swaranews.com - Pilwali Kota Surabaya 2020 yang yang Insya Allah diikuti oleh dua pasangan kandidat Eri Cahyadi - Armuji yang di usung atas rekomendasi PDIP dan didukung 7 Partai pendukung yaitu PSI, PBB, PERINDO, HANURA, BERKARYA, GARUDA, PKPI atau 8 Partai dengan rival pasangan Mahfud Arifin- Mujiaman yang juga di usung langsung oleh 8 Partai ( PPP, PAN, NASDEM, GERINDRA, DEMOKRAT, PKS, GOLKAR dan PKB ).
"Pilkada Surabaya yang akan diselenggarakan 9 Desember 2020 nanti adalah pilwali sekaligus menguji militansi suara partai - partai yang berada di kota surabaya, Kata Samsurin, Ketua DPC Partai Bulan Bintang Kota Surabaya, Sabtu (5/9/2020).
Dari jumlah suara hasil pileg 2019 yaitu 1.466.876 suara sah, Koalisi partai yang saat ini bertarung jika dikumpulkan maka berjumlah 30,6 persen atau 448.864 suara.
"Suara militan ini tersebar di dua koalisi yang saat ini berhadap hadapan head to head 8 partai dikubu eri cahyadi - Armuji versus 8 berada dikubu Mahfud Arifin - Mujiaman," terang Samsurin.
Sementara itu, lanjut surin , suara 60,4 persen atau 885.994 suara masih menunggu tanggal 9 Desember 2020 dimana warga surabaya menjatuhkan pilihannya . Ke Eri atau Ke MA . Surin menjelaskan bahwa proyeksi jumlah DPT ( daftar pemilih tetap ) atau disebut DPT Pilkada Surabaya 2020, berjumlah 2.131.756 dikurangi budaya golput dan suara tidak sah disurabaya kisaran 56 persen atau 1.193.784 maka dua pasangan calon ini hanya memperebutkan suara kisaran 937.972 ( atau di bulatkan 938.000 ) suara sah.
"Pasangan Eri -Armuji mempunya modal 168.840 atau 18 persen ini diambil dari hasil suara orang mencoblos gambar partai saat pileg 2019 lalu, Bukan nyoblos calegnya lho ya," papar Surin.
Sementara MA-Mujiaman, lanjut Surin, memiliki modal suara militan sebesar 14 persen atau 131.320 dari suara orang mencoblos partai pengusung MA-mujiaman pada pileg 2019 lalu. Berarti ada 64 persen Atau 600.320 suara sah yang akan diperebutkan dalam masa kampaye nanti. Jika pemilu hari ini dilaksanakan maka eri - armuji menang tipis sekitar 4 persen dari MA-mujiaman atau Koalisi PDIP menang dengan selisih 37.520 suara.
"Sekarang tergantung strategi masing masing tim pemenangan calon. Jika konsisten dengan energi seperti saat pileg 2019 lalu, dengan keterlibatan kader kader partai pengusung yang soliter maka insya Allah , Pilkada Surabaya 2020 nanti Eri- Armuji yang akan mengantikan Risma -Whisnu memimpin surabaya," beber Surin.
Dirinya menegaskan itu lah dasar paling kuat kenapa PBB bergabung dengan PDIP dan memilih Figur Eri -Armuji.
"Ya karena potensi untuk menang itu lebih riil , oh iya suara militan yang saya maksud adalah Suara yang di dapat dari Gabungan suara keluarga pengurus partai pengusung, dari Aktifis dan Simpatisan fanatik masing masing partai," tutup surin.
Editor : redaksi