GEMPAR JATIM Desak Penutupan Gudang DC Rungkut: Shopee SPX Express Dianggap Lalai dan Merugikan Konsumen

Reporter : amar
Masa aksi Gempar Jatim saat menyampaukan tuntutannya. (Tim)

Swaranews.com – Puluhan masa aksi dari Gerakan Mahasiswa dan Pemuda Peduli Rakyat Jawa Timur (GEMPAR JATIM) menyatakan sikap tegas terhadap dugaan kelalaian dan sikap tidak profesional pihak Gudang DC Rungkut (Shopee SPX Express) dalam menangani proses distribusi logistik yang berdampak langsung pada kerugian masyarakat sebagai konsumen.

Bermula dari banyaknya laporan publik yang merasa dirugikan karena barang pesanan mereka tidak dikirimkan sesuai jadwal bahkan tidak sampai ke tujuan tanpa ada kejelasan maupun tanggung jawab dari pihak gudang, GEMPAR JATIM menilai bahwa hal ini adalah bentuk pengabaian hak konsumen secara sistematis.

Baca juga: HUT Ke-99 Usung Semangat Persebaya Untuk Semua

Menurut Koordinator Lapangan (korlap) aksi bahwa dalam era digital seperti sekarang, transparansi, kecepatan, dan akuntabilitas adalah harga mat dan ketika itu tidak dilakukan, maka keadilan harus ditegakkan.

"Kami menilai bahwa praktik ini bukan sekadar kelalaian teknis, tetapi indikasi kegagalan sistemik dan arogansi korporasi yang berlindung di balik sistem digital tanpa peduli pada kerugian nyata di masyarakat," ujar Ketua Umum GEMPAR Jatim Zahdi, S.H.

Pihaknya menilai ini bukan sekadar kesalahan logistik biasa. Ini adalah bentuk penindasan baru yakni penindasan digital.

"Saat rakyat sudah membayar lunas dan barang tak kunjung datang tanpa penjelasan, itu bukan hanya lalai, tapi zalim! Kami tidak akan diam. Gudang DC Rungkut harus ditutup, pimpinannya harus dipecat, dan sistemnya harus dibongkar!” tegas Zahdi.

Baca juga: M. Faridz Afif Resmi Pimpin DPC PKB Surabaya Periode 2026-2031, Targetkan Kejayaan di Pemilu 2029

Sementara Koordinator Lapangan (Korlap) aksi, Eep Syaifulloh, S.H., menyatakan bahwa Shopee tidak bisa lagi berlindung di balik aplikasi. Saat rakyat dirugikan, maka suara mahasiswa dan pemuda harus menggema lebih lantang.

"Kami akan terus mengawal kasus ini hingga keadilan benar-benar ditegakkan. Jika hari ini kami diam, maka esok semua orang akan jadi korban. Kami tidak akan mundur selangkah pun!” teriaknya.

Lebih lanjut Eeb menyampaikan, GEMPAR Jatim menegaskan bahwa mereka akan mengawal kasus ini hingga ada tindakan nyata dari pihak Shopee dan gudang DC Rungkut.

Baca juga: Curhat Keluarga Almarhum ke Anas Karno: Minta Pengunkapan Kasus hingga Tuntas

"Kami menuntut penutupan gudang dan pemecatan oknum yang terlibat dalam kelalaian distribusi logistik," terangnya.

Eeb kembali mengungkapkan tuntutannya bahwa harus ada pertanggungjawaban terbuka di hadapan publik, bukan klarifikasi lewat template dan permintaan maaf formal yang tidak menyelesaikan masalah.

"GEMPAR Jatim berdiri di barisan depan perjuangan rakyat. Saat sistem yang katanya modern justru melukai kepercayaan publik, maka saatnya mahasiswa dan pemuda turun tangan. Ini bukan hanya soal paket yang tak sampai, ini soal martabat rakyat yang diinjak-injak! Tunduk Tertindas atau Bangkit Melawan!" tandasnya. (Mar)

Editor : redaksi

Peristiwa
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru