SMPN 15 Surabaya Siap Laksanakan Proses Belajar Tatap Muka

swaranews.com

Swaranews.com - Sebagai persiapan belajar tatap muka ini diawali dari proses sebelumnya. Diantara beberapa SMPN ada sebelas SMP Negeri yang dipilih oleh Dinas Pendidikan Kota Surabaya. Kemudian ada tahapan-tahapan. Sebelumnya, dilakukan peninjauan lokasi dan ada 4 hal yang harus disiapkan.

Menurut Kepala SMP Negeri 15 Kota Surabaya, Shahibur Rachman bahwa 4 hal yang harus disiapkan adalah, Pertama, kesiapan program, isinya ketika sekolah ditunjuk sebagai sekolah penyelenggara tatap muka dimasa pandemi ini programnya seperti apa.

"Secara administrasi, kurikulum dan proses pembelajarannya harus sudah siap ," ujar Shahibur Rahman, Rabu (25/11/2020).

Kedua dari sisi sarana dan prasarana. Mulai dari anak masuk ke sekolah hingga mereka pulang ke rumah masing-masing. Termasuk peralatan protokol kesehatan, dari masker, thermo gun, perlengkapan cuci tangan dan hand sanitizer.

"Dari gerbang sekolah sudah disambut dengan siraman disinfektan yang sudah kami program dan disiapkan sedemikian rupa demi keamanan dan kesehatan baik peserta didik, pendidik maupun personil lainnya. Tempat cuci tangan kita tambah 10 buah dari jumlah yang sudah ditetapkan. kita letakkan di depan gedung sekolah. Ketentuannya kita harus menyiapkan 38 alat cuci tangan. Sedangkan Thermo gun kita sudah siapkan 15 buah," papar Kepala SMPN 15 Surabaya ini.

Pria yang akrab disapa Rachman ini menerangkan bahwa poin ketiga, kesiapan dari sumber daya manusianya (SDM). Mulai siswa, Guru dan orang tua siswa serta tenaga pendukung lainnya.

"Salah satu syarat adalah Guru dan siswa harus sehat. Nah sehat itulah kemudian dilakukan tes swab hari ini," tegasnya.

Keempat, lanjut Rachman adalah kesiapan siswa, tata pelaksanaan di proses pembelajaran tatap muka secara teknis seperti apa. Salah satunya adalah alur. Kita membuat alur, menyiapkan anak mulai dari rumah sudah dipersiapkan segalanya. Mulai dari kesehatannya, persiapan bekal saat relaksasi (jam istirahat).

Rachman menyatakan bahwa di SMPN 15, sudah menyiapkan aplikasi untuk hal itu. Begitu masuk gerbang sekolah, semua akan disemprot dengan sdisinfektan. Kemudian cek suhu tubuh dengan thermo gun sampai cuci tangan, sudah ada tim yang menanganinya.

"Guru sudah siap si kelas sebelum siswa masuk. Satu kelas hanya diisi sekitat 18 siswa. Untuk itu kita juga sudah melakukan koordinasi dengan pengurus Komite sekolah," tandasnya.

Terpusah, salah satu siswa SMPN 15 Surabaya, Chusnul Arifin, kelas 9-I yang menjadi peserta tes swab hari ini mengungkapkan bahwa sebenarnya ada perasaan takut, khawatir dan tegang. Namun saat ditanya masih berani dites swab dengan tegas dirinya menjawab mau.

"Saya berani tes swab, meskipun sempat ada rasa tegang. Saya mau supaya bisa masuk sekolah seperti dulu," ungkapnya.

Siswa berusia 16 tahun ini kemudian menyatakan bahwa dirinya dan ratusan teman-temannya lebih ingin sekolah tatap muka daripada sekolah daring dengan sistem online di masa pandemi Covid-19 ini.

"Sudah kangen Mas, sekolah seperti biasa ketemu langsung dengan teman-teman dan Bapak serta Ibu Guru," pungkasnya. (mar)

Editor : redaksi

Peristiwa
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru