Registrasi Bakul Maulid Hari Kedua Tembus 8.185 Bakul

Reporter : amar
Pendaftaran Bakul Maulid Kabupaten Jeneponto. (Tim)

Swaranews.com – Hingga hari kedua registrasi, jumlah bakul maulid dalam rangka pelaksanaan Maudu Turatea yang insyaa Allah akan digelar pada Selasa, 30 September 2025 di Halaman Kantor Sekretariat Daerah Kabupaten Jeneponto, telah mencapai 8.185 bakul.

Capaian ini menjadi bukti nyata bahwa tradisi Maudu Turatea masih hidup dan kuat di hati masyarakat Jeneponto. Lebih dari sekadar tradisi, bakul maulid ini juga akan diserahkan kepada warga kurang mampu yang telah terdata, sehingga membawa makna berbagi dan mempererat tali persaudaraan.

Baca juga: Dari Lapangan Kantor Buoati, 927 TPK Satukan Langkah Wujudkan Jeneponto Bebas Stunting

Ketua Panitia Maudu Turatea, Dr. Asfah Muji, S.STP., M.Si, mengapresiasi tingginya partisipasi masyarakat.

“Partisipasi ini adalah tanda kembalinya semangat kearifan lokal abbulo sibatang dan abborong-borong warga Turatea terhadap persoalan yang sedang dihadapi warga lainnya. Inilah nilai yang membuat tradisi kita selalu relevan dan penuh makna,” ujarnya.

Baca juga: Bupati Jeneponto Buka Pelatihan dan Pembinaan TPK dan Kader Posyandu, Tekankan Akurasi dan Validasi Data Stunting

Sementara itu, salah seorang panitia sekaligus PIC penerimaan bakul maulid, H. Pangerang Adi Putra, menjelaskan bahwa registrasi masih akan terus berlangsung hingga sehari sebelum pelaksanaan.

“Registrasi bakul maulid insyaa Allah berlangsung sampai Senin sore, 29 September 2025, dan kemungkinan besar jumlahnya akan terus bertambah hingga hari H pelaksanaan maulid,” terangnya kepada Humas.

Baca juga: Dishub Jeneponto Imbau Masyarakat Tidak Memanfaatkan Bahu Jalwn demi Keselamatan Berlalu Lintas

Lebih dari angka ribuan bakul yang terkumpul, Maudu Turatea adalah wajah kasih sayang Turatea, ketika setiap warga saling merangkul, mengulurkan tangan, dan menebar kebaikan tanpa batas. Inilah momen di mana kebersamaan menjadi bahasa yang paling luhur, ketika doa dan syukur terikat erat dalam bingkai budaya.

Sejarah akan mencatat, bahwa di bumi Turatea ini, tradisi bukan sekadar dilestarikan, tetapi dihidupkan kembali dengan jiwa yang penuh cinta, demi masa depan yang lebih bermakna. (mht)

Editor : redaksi

Peristiwa
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru