Swaranews.com - Guna meningkatkan kepercayaan publik kepada Dinas Perhubungan terkait parkir, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kora Surabaya menyampaikan beberapa solusi. Salah satunya dengan melakukan transparansi publik, dimulai dari titik parkir Tepi Jalan Umum (TJU) di Balai Kota Surabaya dan Taman Bungkul.
"Kita ingin men-support penuh upaya dari Dinas Perhubungan untuk parkir digital ini.
Memang sebetulnya meskipun Surabaya itu realisasi pendapatan jauh lebih tinggi dari seluruh kota di seluruh Indonesia,
di kota-kota yang lain, baik itu DKI, Malang, semuanya, posisi Surabaya itu masih paling tinggi.
Tapi tentunya kita ingin menjadi kota yang jauh lebih baik," ujar Aning Rahmawati, Wakil Ketua Komisi C DPRD Kota Surabaya, Selasa, (28/4/2026) di Jalan Yos Sudarso.
Baca Juga: Gelar Aksi Damai, Konisi A DPRD Surabaya Apresiasi Kedewasaan Demokrasi Cipaying Plus
Dia menjelaskan pihaknya menanyakan tentang progres parkir digital. Dari tahun sebelumnya memang jelas lebih baik dengan tanpa digital dan dengan menggunakan digital itu jauh lebih baik dari tahun sebelumnya, progres yang luar biasa.
"Kemudian yang kedua juga kita ingin parkir digital ini juga betul-betul menghasilkan metode yang paling mudah bagi masyarakat. Tidak ribet tapi memberikan transparansi, menguatkan trust atau kepercayaan warga kota Surabaya bahwa parkir kota Surabaya ini sedang mengalami perubahan meskipun bertahap tapi insya Allah akan memberikan kepercayaan penuh bagi pemerintah kota untuk mengelola parkir dengan baik," terang Aning.
Legislator perempuan asal Fraksi PKS DPRD Kota Surabaya ini menyebutkan bahwa dewan ingin menguatkan kepercayaan warga itu dengan menunjukkan transparansi.
"Transparasi ini salah satu yang kita sarankan kepada dishub untuk mengupload pendapatan di dua titik percontohan. Jadi dua titik yang ini menjadi pilot projek untuk penggunaan CCTV yaitu di spot Taman Bungkul dan di spot balai kota," urai Aning.
Dirinya menyadari, tentu ini meskipun nanti akan ada kontra produktif, pro-kontra antara.
pengguna parkir, kita melihat
memang di dua titik itu luar biasa, harusnya pendapatannya juga
luar biasa.
Baca Juga: Digitalisasi Parkir Dongkrak PAD hingga 10 Persen
"Makanya kita minta
di situ nanti, selain menggunakan CCTV, ada
real counting. Jadi setiap
mobil yang masuk ke situ
24 jam direkap, berapa sebetulnya
jumlah mobil maupun
kendaraan bermotor
lainnya yang masuk ke situ, nanti kita
cocokkan dengan CCTV," papar Aning.
Aning menegaskan, selain itu
juga pengawasan yang ada
di situ, nanti kita umumkan
pendapatan di sini, harusnya sekian. Hal ini nanti akan menjadi salah satu transparansi yang selama ini dipertanyakan oleh warga kota Surabaya.
"Ini nanti menjadi salah satu pilot projek tentunya di titik-titik yang lainnya di Surabaya ini.
Ada 1.709 jukir dengan 1.458 titik parkir yang sudah terupdate sampai dengan hari ini," urainya.
Baca Juga: Mudahkan Warga Bayar Non-Tunai Jukir Resmi di Surabaya Kini Dibekali Rompi QRIS
Harapannya kalau dulu tahun 2018 itu dengan 1.800 sekian titik parkir itu bisa tercapai target 100 persen. Kalau sekarang kan target masih di angka 35 persen.
"Nah, makanya, harapannya ini.
merupakan support penuh kami di komisi C untuk menerapkan parkir digital di kota Surabaya dan menguatkan menaikkan transparasi kepercayaan publik dengan transparasi parkir digital di kota Surabaya," pungkas Aning Rahmawati. (Mar)
Editor : redaksi