Ini Saran FPKS Untuk Pemkot Surabaya

avatar swaranews.com

Swaranews.com - Pandemi Covid-19 yang hingga saat ini masih merebak di bumi pertiwi. Surabaya, Ibu Kota Provinsi Jawa Timur, hingga saat ini masih berada di zona merah. Upaya-upaya Pemerintah Kota Surabaya yang tiada henti memutus mata rantai penyebaran virus tersebut, menjadi peehatian khusus Fraksi PKS DPRD Kota Surabaya.

Seperti yang disampaikan oleh Ketua Fraksi PKS Akhmad Suyanto bahwasanya antrian yang masuk pasti melebihi kemampuan, kalau kemampuan mesin sekitar 3000-an sampel uji. Sedangkan rata-rata harian yang masuk ke dinas lebih dari jumlah itu. Tentu hasil PCR menjadi terlambat untuk diketahui.

Baca Juga: Fraksi PKS Soroti Kinerja APBD 2025, Bang Jo: BUMD dan Parkir Tak Capai Target, Lampu Kuning Pengelolaan APBD Surabaya

"FPKS meminta pemerintah kota aware , sadar dan awas dengan kegawatdaruratannya ini, untuk segera memberikan kesiapan dalam Fast Respon di tengah pandemi ini," ujar Yanto, panggilan akrabnya di Surabaya.

Dirinya menyampaikan bahwa varian baru tidak mudah dideteksi dengan tes antigen biasa. Virus varian delta ini cepat dan silent kiler. Satu-satunya yang bisa mendeteksi dengan relatif akurat adalah swab PCR. Sementara Pemerintah Kota baru hanya punya 1 Labkesda.

"Dengan tingginya angka lonjakan kasus positif covid-19, FPKS menyarankan perlu menambah instalasi Labkesda, dimana dengan tambahan baru ini dapat mengcover seluruh puskesmas yang ada di Surabaya. Bentuknya bisa dengan menambah jumlah Labkesda berbasis 5 daerah di Surabaya. Bisa 1 di Surabaya Selatan, 1 di Timur, 1 di Barat, 1 di Utara, dan 1 di Surabaya Pusat. Bisa juga dengan tambahan PCR Mobile, dengan prasyarat keamanan biologis tertentu, setidaknya level 2," terang Yanto.

Sedangkan untuk antisipasi keganasan virus ke depan dengan kecepatan mutasi virus dari varian Alfa sampai dengan Delta entah sampai kapan dan dengan varian apa lagi berikutnya. Termasuk dengan kecepatan transmisi-nya yang bisa jadi semakin cepat, maka Surabaya harus memiliki satu saja Labkesda dengan "Biological Safety Level (BSL)" tingkat 4.

Baca Juga: Komisi D DPRD Surabaya Sidak Posga Wiyung Pastikan Hak Kesehatan Warga

"Untuk menghadapi virus dengan kecepatan bunuh sangat cepat tidak menghitung hari namun hitungan jam, alat yang dimiliki harus lebih cepat respon dan memberikan hasil kepada rakyat Surabaya secara masif," papar Yanto.

Fraksi PKS menghimbau pemerintah kota mengajukan usulan ini bisa disegerakan di dalam Perubahan APBD 2021. Penambahan Instalasi Labkesda pada Dinas Kesehatan Kota Surabaya sesegera mungkin. Lebih lanjut, melihat penyebaran virus yang singkat dan cepat via udara atau "airborne" maka Labkesda baru harus diletakkan jauh dari pemukiman. Bisa juga bekerja sama dengan Perguruan Tinggi di Surabaya yang mempunyai Fakultas Kedokteran. Yang masih memiliki lahan luas dan rindang.

"Semoga dengan penambahan Instalasi swab PCR baru, keberadaan Labkesda baru atau dengan PCR Mobile, rakyat surabaya yang sedang sakit bisa segera tahu hasil diagnosanya sehingga segera dapat mencari pengobatan yang tepat. Sebab 'tahu soal separuh jawab' maka 'tahu penyakit separuh dari pengobatan'," ungkap Anggota Komisi B ini.

Baca Juga: Johari Mustawan Minta Definisi Penerima Manfaat Diperjelas dalam Oembahasan Raperda Penyelenggaraan Program Jamsostek

Yanto kembali mengingatkan bahwa protokol kesehatan untuk pencegahan covid-19 masih selalu harus ditegakkan.

"Salam sehat rakyat Surabaya, mari tetap bahagia, bersama kita hadapi pandemi dengan berseri. Insya Allah ujian akan terlewati.. aamiin," tukasnya. (mar)

Berita Terbaru