Dewan Sikapi Kematian Dumbo Di KBS

avatar swaranews.com

Swaranews.com - Kebun Binatang Surabaya sedang ramai dibicarakan. namun kali ini bukan karena sebuah prestasi. Justru berbagai elemen dan masyarakat sedang bertanya - tanya mengapa matinya seekor anak gajah yang berumur 2 tahun 6 bulan yang sepi dari publikasi.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua Dewan Perwaklan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Surabaya, AH Thony mengungkapkan rasa kecewanya.

Baca Juga: Budi Leksono Diskusi Politik Bersama Mahasiswa Unair dan Unesa

"Jelas Saya merasa prihatin terhadap kematian seekor gajah yang dijuluki Dumbo tersebut. Saya merasa ada unsur kesengajaan dalam menutupi kematian dumbo ini," ujarnya di Jalan Yos Sudarso, Surabaya, Senin (20/12/2021).

Legislator yang uga dikenal sebagai budayawan ini menyampaikan bahwa Gajahh sebagai hewan langka apendix 1 membutuhkan perlakuan khusus. Tidak bisa disamakan dengan binatang lainnya. Bahkan untuk memindahkan hewan langka aoendix ini 1 juga membutuhkan izin dari Presiden.

"Ketika ada hewan langka apendix I sakit, mestinya ada laporan, yang mana ini tidak dilakukan. Informasi yang beredar, dumbo sakit tidak dilaporkan, dumbo mati juga tidak dilaporkan, bahkan Bawas juga tidak mendengar dan setelah dumbo sakit BKSDA melakukan peninjauan juga tidak disampaikan," ungkap AH Thony.

Pria yang akrab disapa Thony ini menilai ada unsur kesengajaan oleh manajemen untuk menutupi terhadap sakitnya dumbo yang berujung kematian seekor gajah berumur 2 tahun 6 bulan tersebut.

"Artinya ada unsur kesengajaan dari manajemen atas sakitnya dumbo yang berujung kematian, ini suatu hal yang sangat fatal menurut kami," tegasnya.

Baca Juga: Cak YeBe: Satu Tahun Kepemimpinan Eri - Armuji Menyisakan Sejumlah Pekerjaan Rumah

Legislator asal Fraksi Partai Gerindra ini berharap kepada Pemerintah Kota Surabaya untuk memberikan perhatian lebih terhadap Kebun Binatang Surabaya dan melakukan pembenahan terhadap manajemen KBS yang dinilainya kurang paham akan konservasi serta melengkapinya.

"Kami hanya minta kepada Wali Kota punya atensi besar terhadap KBS, dan melakukan pembenahan terhadap manajemennya, mulai direkturnya sampai ke bawah untuk dilengkapi," ucapnya.

Ditanya adakah permasalahan anggaran, Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya ini menyebutkan bahwa di tahun 2022, pihaknya telah mengesahkan untuk menambah Rp 10 miliyar dari 600 miliyar lebih anggaran sebelumnya. Tetapi penambahan tersebut tidak diikuti semangat yang bagus.

Baca Juga: Menolak Pengjapusan Pilkada Langsung

"Saya yakin penambahan modal ini sudah diketahui manajemen, kemudian tiba-tiba ada binatang mati, artinya penambahan modal tersebut tidak diikuti spirit yang baik terkait keselamatan dan pengembangan yang bisa membuat KBS lebih bagus," beber AH Thony.

Dirinya menegaskan bahwa secepatnya, melalui Komisi B DPRD Kota Surabaya untuk melakukan hearing terkait kematian anak gajah tersebut.

"Kita minta agar secepatnya, dilakukan hearing untuk mengetahui kenyataanya. Kalau bisa minggu ini Komisi melakukan hearing terhadap kematian dumbo," tandasnya. (mar)

Berita Terbaru