Mahasiswa Magang Mutualisme ITS Bantu Dispendukcapil Surabaya

avatar swaranews.com
Mahasiswa magang mutualisme ITS bersama Kepala Departemen Teknik Instrumentasi ITS Dr. Ir. Totok Suhartanto (empat dari kanan) dan Kadispendukcapil Kota Surabaya Agus Imam Sonhaji (tengah baju putih). /Foto : Restu
Mahasiswa magang mutualisme ITS bersama Kepala Departemen Teknik Instrumentasi ITS Dr. Ir. Totok Suhartanto (empat dari kanan) dan Kadispendukcapil Kota Surabaya Agus Imam Sonhaji (tengah baju putih). /Foto : Restu

Swaranews.com - Mendukung program magang mutualisme yang dicanangkan melalui Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kembali memperkuat daya saing teknologi di ranah institusi pemerintahan.

Kali ini, mahasiswa D4 Departemen Teknik Instrumentasi ITS melalui program server engineering berhasil merancang dan menyerahkan berbagai program database digital untuk Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kota Surabaya.

Program magang mutualisme yang dilaksanakan ini merupakan sebuah program magang yang luarannya dapat dimanfaatkan atau sesuai kebutuhan instansi tempat magang mahasiswa.

Pada kesempatan ini, Dispendukcapil Kota Surabaya meminta ITS untuk menyiapkan sistem database strategis guna menjawab berbagai permasalahan yang terjadi sejak tahun 2000.

Kepala Departemen Teknik Instrumentasi ITS Dr. Ir. Totok Suhartanto mengungkapkan bahwa program magang ini merupakan salah satu wujud untuk memberikan kualitas pelayanan publik yang baik oleh Dispendukcapil.

"Ide-ide yang disalurkan ini tentunya bertujuan untuk membangun kualitas database kependudukan guna menjamin legalitas dokumen penting dari tahun-tahun yang lalu," kata Totok.

Adapun sistem database yang dibuat oleh ITS meliputi perlakuan digitalisasi dokumen kependudukan yang disimpan dalam rak arsip dalam bentuk file guna kemudahan proses administrasi di era modern.

"Pada ide ini, database dibantu dengan mesin scanner file yang telah diintegrasikan langsung ke komputer pengguna,"  tuturnya.

Melalui scanner dan database ini, akan didapatkan keterangan berupa nomor Identification (ID), nama bayi, tahun dokumen, isi dokumen, foto dokumen hingga letak rak dokumen tersebut. Keterangan tersebut guna mempermudah operator untuk mengetahui isi dokumen akta kelahiran yang dicari.

"Yang biasanya memerlukan pengerjaan hingga tiga hari, saat ini langsung segera dapat diselesaikan," Totok memastikan.

Ide kedua, dibuatkan pula aplikasi untuk mengubah dokumen kuno yang ditulis dengan huruf latin menjadi dokumen dengan font atau huruf yang terdapat di software Microsoft Office, seperti Arial, Times New Roman hingga Calibri.

"Pada program konversi ini, hasil scan dokumen akan keluar yang diteruskan ke Google Lens sebagai media untuk mengubah bahasa pada dokumen," jelas Totok.

Setelahnya, program hasil konversi ini akan diinputkan ke web database sebagai keterangan isi dokumen. Dalam tahapan ini masih dilakukan pemindaian satu per satu, karena kertas dokumen yang telah lapuk juga isi dokumen yang bertulisan latin sehingga membutuhkan ketelitian dalam tahap konversi. Tak hanya itu, aplikasi konversi ini dibantu dengan sistem unlocking dokumen kependudukan agar dapat dilakukan pengeditan dan disimpan dalam database kependudukan.

"Program ini diharapkan dapat memudahkan petugas capil (catatan sipil) untuk mengakses data pribadi yang diketahui pada saat ini hanya dapat diakses oleh petugas capil nasional," terangnya. 

Dari program magang mutualisme ini, pihak Dispendukcapil melalui Kepala Dispendukcapil Kota Surabaya Agus Imam Sonhaji merasa terhormat dan terbantu atas ide serta program yang diusung oleh mahasiswa ITS.

Sementara Totok sendiri juga berharap bahwa selama satu tahun ke depan, para mahasiswa yang tergabung dalam program magang ini dapat membantu proses pencatatan dokumen kependudukan di Dispendukcapil Kota Surabaya. (res)

Editor : redaksi