Pemkot Surabaya Pastikan Tidak Semua Data Klaster yang Beredar di Medsos Be

avatar swaranews.com

Swaranews.com - Berdasarkan informasi yang beredar di media sosial (Medsos) terkait nama-nama klaster penyebaran Covid-19 yang ada di Surabaya, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memastikan bahwa tidak semua data tersebut benar.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya Mira Novia memastikan, bahwa dari beberapa data yang dicantumkan itu tidak sepenuhnya benar. Salah satunya yakni, klaster Rumah Sakit (RS) Mitra Keluarga Satelit.

Baca Juga: Komisi D DPRD Surabaya Sidak Posga Wiyung Pastikan Hak Kesehatan Warga

Menurutnya, jika di rumah sakit maka itu bukanlah bagian dari klaster.

“Kalau rumah sakit ya bukan klaster dong. Kalau sakit ya di rumah sakit. Jadi tidak terhitung klaster,” kata Feny sapaan akrab Febria Rachmanita di Balai Kota Surabaya, Senin (11/5/2020).

Baca Juga: Dari Lapangan Kantor Buoati, 927 TPK Satukan Langkah Wujudkan Jeneponto Bebas Stunting

Tidak hanya itu, Feny menyebut, seperti di Pakuwon Mall, PT Sorini dan Jalan Gembong itu juga bukan klaster karena tidak ditemukan ada yang terkonfirmasi Covid-19.

Menurut dia, untuk bisa disebut klaster tidak serta merta ketika ada satu orang yang positif dinyatakan penambahan klaster atau terhitung klaster baru.

Baca Juga: Evaluasi Idul Adha 2026, Keamanan Daging Kurban Terjaga Melalui Pengawasan di 296 Lokasi

“Klaster itu jika yang positif lebih dari dua. Itu baru bisa disebut klaster ya. Atau yang memang terus bertambah dan yang saya sampaikan tadi mereka bukan klaster,” pungkasnya (mar)

Berita Terbaru