Polda Jatim Sosialisasi Penyesuaian Harga BBM Dan Baksos Ke Nelayan

avatar swaranews.com
Sosialisasi Penyesuaian Harga BBM dan Baksos oleh Polda Jatim didampingi Anggota DPRD Kota Surabaya, Abdul Ghoni Mukhlas Ni'am kepada KUB Nelayan Surabaya Utara. (Bachan)
Sosialisasi Penyesuaian Harga BBM dan Baksos oleh Polda Jatim didampingi Anggota DPRD Kota Surabaya, Abdul Ghoni Mukhlas Ni'am kepada KUB Nelayan Surabaya Utara. (Bachan)

Swaranews.com - Penyesuaian harga Bahan Bakar Minyak nemang sangat terasa bagi semua kalangan. Tak terkecuali dengan masyarakat pesisir yang mata pencahariannya adalah mencari ikan. Namun ada secercah harapan terkait subsidi dan atau bantuan yang telah dilakukan pemerintah untuk meringankan beban masyarakat, khususnya bagi mereka yang masih berada di strata ekonomi menengah ke bawah.

Pada saat masyarakat masih ramai berdiskusi bagaimana mengatasi kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) tersebut, tim dari Polda Jawa Timur hadir di tengah kampung nelayan yang tergabung dalam Kelompok Usaha Bersama (KUB) Nelayan Surabaya Utara.

"Kami dari Polda Jatim melakukan sosialisasi terkait penyesuaian harga BBM ini. Untuk diketahui bahwa penyesuaian harga ini adalah untuk mencegah terjadinya inflasi. Namun jangan khawatir, pemerintah sudah menyiapkan dan menyalurkan subsidi bantuan ke masyarakat, baik dalam bentuk BLT maupun bantuan lainnya," papar Kompol Karyono dari Polda Jatim di Sentra Ikan Bulak, Surabaya, Rabu (12/10/2022)

Dirinya menerangkan ini adalah upaya pemerintah agar segala subsidi yang disalurkan  tepat sasaran. Termasuk pihaknya terus berkoordinasi dengan pemerintah setempat dan kalangan dewan.

"Koordinasi ini bisa juga dilakukan bersama kementerian terkait, melalui dinas yang ada untuk mencarikan solusi dan atau subsidi BBM tersebut," terang Kompol Karyono.

Sementara itu, Anggota DPRD Kota Surabaya, Abdul Ghoni Mukhlas Ni'am menegaskan Anggota DPRD Kota Surabaya, Abdul Ghoni Mukhlas Niam mengatakan bahwa kehadiran wakil rakyat dibtengaj masyarakat adalah memastikan kinerja pemerintah sesuai peraturan dan perundangan yang berlaku

"Agar masyarakat tidak mengala.i kemiskinan yang ekstrem," tuturnya.

Ghoni menegaskan bahwa adanya bantuan atau subsidi ini adalah upaya pemerintah untuk membantu masyrakat terdampak dan agar tepat sasaran. Untuk itu pihaknya akan terus berkoordinasi dengan instansi dati dinas terkait.

"Kita sampaikan ke Pemkot Surabaya, standarisasi kemiskinan  itu seperti apa. Langkahnya dilakukan pendataan yang matang," tegas Ghoni. (mar)

Baca Juga: Aplikasi Baru Untuk Pemohon SIM

Editor : redaksi