Swaranews com - Berbagai daya dan upaya terus dilakukan oleh Anas Karno selaku Kepala Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya untuk mengenalkan calon presiden Ganjar Pranowo ke berbagai lapisan masyarakat. Kali ini sasarannya adalah warga kampung Kendangsari.
Melalui senam Sicita (Senam Indonesia Cinta Tanah Air) bareng emak-emak dan pemuda Karang Taruna Kendangsari yang berlangsung pada Minggu pagi (10/9/2023) tersebut, berlangsung meriah.
Baca Juga: Anas Karno Dorong Pelayanan Publik yang Cepat, Responsif dan Humanis
Usai senam para peserta mendapatkan cinderamata dan stiker calon presiden Ganjar Pranowo yang diusung PDI Perjuangan.
"Stikernya ditempel di teras rumah atau pintu rumah nggih. Biar nanti kalau masuk rumah lihat Pak Ganjar terus, supaya selalu ingat Pak Ganjar nggih," ujar Anas Karno.
Kegiatan senam diakhiri dengan makan bersama dan bincang-bincang santai antara Anas Karno dengan para peserta senam.
"Menangkan Pak Ganjar untuk meneruskan program Pak Jokowi. Supaya program-program pro rakyat diantaranya pendidikan, kesehatan, ekonomi semakin kuat," ujar Anas saat berbincang santai.
Baca Juga: DPRD Surabaya Pertegas Semua Anak Usia Sekolah Bisa Tertampung di SPMB 2026
Usai mengikuti senam bersama, Wakil Ketua Komisi B DPRD Surabaya tersebut melanjutkan dengan blusukan mendatangi rumah-rumah warga.
Anas Karno bersama pengurus PAC PDIP Tenggilis Mejoyo, ranting dan anak ranting membagikan stiker Ganjar Presiden, di setiap rumah yang didatangi.
"Ngapunten saya beri stiker Pak Ganjar. Monggo kerso ditempel didepan rumah," ujarnya.
Baca Juga: Plh Wali Kota Dukuh Penuh Kebangkitan Ekonomi UMKM di Surabaya
"Pak Anas silahkan duduk," ujar ibu-ibu yang asik ngobrol di teras rumah.
Anas menyambut undangan tersebut, kemudian obrolan berlangsung cukup lama. Berbagai persoalan disampaikan para ibu-ibu tersebut. Diantaranya bantuan biaya pendidikan dan permodalan usaha.
"Kita dari PDI Perjuangan terus berupaya menyelesaikan persoalan-persoalan njenengan. Melalui program-program kerakyatan dari pemerintah kota sampai pemerintah pusat," terang Anas Karno. (mar)
Editor : redaksi