PT SUPARMA, Tbk BAGIKAN DEVIDEN TUNAI SEBESAR 21 PERSEN DARI LABA BERSIH

Swaranews.com - Produsen kertas PT Suparma Tbk. (SPMA) bagikan deviden tunai sebesar Rp 12 per saham, atau sebesar 21% dari laba bersih tahun 2023 seniai Rp 37,8 miliar. Deviden tunai yang dibagikan kepada para pemegang saham tersebut disepakati dalam Rapat Umum pemegang Saham 14 Juni 2024 yang berlangsung di Surabaya.

Usai RUPS, Direktur PT Suparma, Tbk, Hendro Luhur menyatakan, pada tahun 2023 Suparma menghadapi tantangan ekonomi global, satu diantaranya adalah turunnya harga komoditas Penurunan harga komoditas tersebut berdampak pada penurunan harga jual rata-rata produk kertas Duplex sebesar 30% dimana produk Duplex memiliki kontribusi sekitar 39% terhadap kuantitas penjualan produk kertas Suparma.

Baca Juga: Hiburan dan Pasar Rakyat Semarakkan Opening Festival Peneleh 2024

Dijelaskan Hendro, hasil produksi kertas Suparma pada periode lima bulan tahun 2024 sebesar 88.331 MT atau setara dengan 33,7% dari target produksi kertas tahun 2024 yang sebesar 261.804 MT.

“Pada 2023, penjualan Suparma turun sebesar 15,3% menjadi sebesar Rp2.658,5 miliar. Penurunan penjualan disebabkan koreksi harga rata-rata harga duplex yang dihasilkan perseroan. Sedangkan kuantitas penjualan selama 2023 tumbuh 3,9% atau mencapai 220.000 ribu MT. Penurunan penjualan yang melebihi penurunan beban pokok penjualan menyebabkan Suparma membukukan penurunan laba kotor sebesar 34,5% dari semula Rp718,8 miliar di tahun 2022 menjadi Rp470,6 miliar pada 2023.” Ujar Hendro

Guna memperkokoh kinerja, perseroan melakukan belanja modal senilai US$10 juta atau sekitar Rp164 miliar pada 2024, salah satunya untuk membeli steam boiler baru.

Hendro Luhur, menjelaskan steam boiler baru ini lebih ramah lingkungan dibandingkan fasilitas serupa yang sudah ada. Alat baru tersebut akan meningkatkan kapasitas keluaran steam yang digunakan untuk proses pengeringan kertas sebesar 16% dari semula 155 ton/hari menjadi 180 ton/hari.

 "Steam boiler yang baru lebih ramah lingkungan karena ditunjang spesifikasi penggunaan bahan baku batu bara 25% atau sekitar 60% lebih rendah dibandingkan steam yang sudah ada, serta sisanya memanfaatkan limbah plastik dan limbah kayu," jelasnya

Hendro menyatakan, hingga Mei 2024 realisasi anggaran belanja modal telah mencapai US$7,1 juta dan diperkirakan steam boiler baru tersebut akan beroperasi pada triwulan IV/2024.

Sementara di sisi kinerja, Suparma pada lima bulan pertama tahun 2024 mencetak penjualan Rp1.050,6 miliar setara 33,9% dari target tahun berjalan Rp3.100 miliar. Adapun penjualan dilihat dari barang yang terjual yakni 86.974 MT atau 33,8% dari target kuantitas penjualan produk kertas tahun 2024 sebesar 257.517 MT (Sha)

 

Baca Juga: Kadin Kota Surabaya Jajaki Kerja Sama dengan DPD Partai Golkar

 

 

 

 

 

Baca Juga: Bukan Sekadar Wisata, Wali Kota Eri Cahyadi Ingin Kota Lama Surabaya Sebagai Pengingat Sej

 

 

 

 

 

Editor : amar