Swaranews.com - Partai Keadilan Sejahtera akan melqkukan suksesi kepemimpinan. Otomatis akan terjadi pergantian kepengurusan mulai pusat hingga ke bawah. Sesuai dengan garis partai, saat ini sedang berlangsung penjaringan majelis syuro di tingkat pusat.
Menurut Ketua DPD PKS Kota Surabaya, Johari Mustawan bahwa di partainya ada jenjang keanggotaan. Mulai dari anggota pemula, siaga, muda, pratama, madya, dewasa dan anggota utama,
Baca Juga: Jelang Hari Anak Nasional, Sineehi Tiga Lingkungan Jadi Kunci Optimalisasi Tumbuh Kembang Anak
"Nah, syarat untuk Majelis Syuro itu adalah anggota utama dan minimal 7 tahun menjadi anggota PKS. Dari Provinsi Jawa Timur ada 4 orang dan se-Indonesia total ada 99 orang bakal calon Majelis Syuro," ujar Bang Jo sapaan akrab Johari Mustawan, di ruang pribadinya Jalan Hos Sudarso, Surabaya. SENIN (6/1/2025).
Terkait suksesi, Bang Jo menyebutkan bahwa di PKS memiliki sistem yang cukup tertib. Nantinya akan dibentuk Badan Pekerja Majelis Syuro namanya Dewan Pimpinan Tingkat Pusat (DPTP). DPTP inilah yang akan menentukan Presiden Partai, MPP dan DSP. Itulah yang akan membentuk kepengurusan di tingkat wilayah dan daerah.
"Secara pribadi saya berharap cukup sekali. Setiap jabatan di PKS itu cukup satu periode. Sehingga jenjang kaderisasi sesuai garis partai, bemar- benar berjalan. Oleh karena itu siapapun yang menjadì ketua partai pasti akan meneruskan di kepengurusan yang baru tersebut," terangnya saat ditanya apakah dirinya akan maju kembali sebagai Ketua DPD PKS Kota Surabaya.
Bang Jo kembali menegaskan dirinya ingin ada kaderisasi yang berjalan. Namun, dirinya juga tunduk dan patuh kepada garis partai.
"Prinsipnya Kita serahkan kepada wilayah dan pusat. Biasanya nanti ada tiga kandidat dan yang menentukan adalah mereka. Siap atau tidak siap, manakala pimpinan sudah menunjuk. Kita harus siap ditempatkan di mana saja," papar Bang Jo.
Memasuki tahun kelima memimpin PKS di Kota Surabaya, Johari Mustawan menjelaskan bahwa pihaknya beeharap bisa berkontribusi di eksekutif, khususnya di Pilwali Kota Surabaya 2029. Artinya PKS menyiapkan kader terbaiknya untuk maju dan menang di kontestasi untuk masuk di eksekutif. Apakah sebagai Walikota atau Wakil Walikota Surabaya.
Baca Juga: Piala Ketua DPRD Surabaya Siap Cetak Talenta Muda Berkualitas
"Tapi tetap kita akan berkolaborasi dengan partai - partai yang lain," imbuhnya.
Selain menyiapkan kader PKS, Johari menyatakan bisa juga mengusung calon non partai yang dianggap mampu dan amanah. Bisa saja dari birokrat yang dianggap baik dan memiliki kemampuan memimpin kota pahlawan ini.
Meskipun di 2024 PKS juga turut berkontribusi memenangkan kontestasi Pilwali Kota Surabaya saat bersama belasan partai politik mengusung Eri Cahyadi dan Armuji sebagai Walikota dan Wakil Walikota Surabaya 2024-2029.
"Kita berharap secara langsung berkontribusi di eksekutif pada Pilwali Kota Surabaya 2029," tegas Bang Jo.
Baca Juga: Hotline Warga Jangan Berhenti di Kelueahan, Anas Karno Minta Terhubung hingga RT/RW
PKS berharap ada peningkatan kesejahteraan ekonomi bagi masyarakat Kota Surabaya, khususnya bagi para kader dan pengurus PKS sendiri. Kita lihat di anggota PKS sendiri hingga saat ini masih banyak yang pendapatannya di bawah UMK.
"Sehingga harapan kita, anggota PKS dan warga Kota Surabaya bisa kita tingkatkan secara ekonomi. Tentunya dengan menjadikan kota ini sebagai lokasi investasi yang bagus. Sehingga para pengembang ekonomi mau berinvestasi dan juga semakin meningkatnya lapangan pekerjaan," ungkapnya. (Mar)
Editor : amar