Swaranews.com – Anggota Komisi D DPRD Kota Surabaya, Johari Mustawan, menghadiri kegiatan Posyandu Keluarga (Posga) di Pos Melati RW 3, Kelurahan Babatan, Kecamatan Wiyung, Surabaya. Kegiatan ini dihadiri pula oleh Camat Wiyung Budiono, S.Pd., M.M., Lurah Babatan Hertika Vitra Hening, Kepala Puskesmas Wiyung dr. Suluh Raharjo, serta Ketua RW 03, Isnanto. Turut hadir perwakilan dari Dinas Kesehatan Kota Surabaya, yakni Nia dan Tim Promosi Kesehatan.
Kegiatan Posga ini mencakup berbagai layanan kesehatan, seperti senam lansia, pengukuran berat badan dan tinggi badan, screening kesehatan untuk usia produktif dan lansia, konsultasi kesehatan, imunisasi, pemberian makanan tambahan (PMT), serta pemberian vitamin A. Jumlah peserta yang hadir dalam kegiatan ini terdiri dari 211 balita, 97 warga usia produktif, 4 ibu hamil, 25 anak pra-sekolah, dan 84 lansia.
Baca Juga: Jelang Hari Anak Nasional, Sineehi Tiga Lingkungan Jadi Kunci Optimalisasi Tumbuh Kembang Anak
Johari Mustawan menyoroti bahwa banyak masyarakat masih menganggap Posyandu hanya berfokus pada layanan kesehatan. Padahal, merujuk pada Permendagri No. 13 Tahun 2024, Posyandu merupakan bagian dari Lembaga Kemasyarakatan Kelurahan yang memiliki peran lebih luas sebagai mitra pemerintah dalam perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan pembangunan.
"Selama ini masyarakat memahami bahwa Posyandu berada di bawah Dinas Kesehatan, padahal sebenarnya tanggung jawab utamanya ada di Kementerian Dalam Negeri, yang dalam pelaksanaannya diwakili oleh Camat dan Lurah. Bidang kesehatan hanyalah salah satu dari enam cakupan utama Posyandu Keluarga," jelas Johari.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa enam layanan standar Posyandu mencakup pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman dan ketertiban umum, serta perlindungan sosial.
Baca Juga: Piala Ketua DPRD Surabaya Siap Cetak Talenta Muda Berkualitas
Johari juga mengajak seluruh perangkat pemerintahan, termasuk Camat, Lurah, Ketua RW, serta tenaga kesehatan, untuk berkolaborasi dalam memperkuat layanan Posyandu, khususnya di bidang kesehatan.
"Layanan yang diberikan mencakup kesehatan ibu dan anak, kesehatan usia pra-sekolah dan sekolah, kesehatan usia produktif dan lansia, imunisasi, pemberian vitamin A, serta pemberian makanan tambahan," pungkasnya.
Dengan adanya kegiatan seperti ini, diharapkan masyarakat semakin memahami bahwa Posyandu Keluarga bukan sekadar tempat layanan kesehatan, tetapi juga wadah partisipasi aktif dalam pembangunan kelurahan secara lebih luas. (mar)
Baca Juga: Hotline Warga Jangan Berhenti di Kelueahan, Anas Karno Minta Terhubung hingga RT/RW
Editor : amar