Swaranews.com – Memasuki masa reses masa sidang pertama tahun 2025, anggota Komisi D DPRD Kota Surabaya dari Fraksi PDIP, Abdul Ghoni Mukhlas Ni’am, menggelar pertemuan dengan warga Kelurahan Bulak pada Kamis malam (13/02/2025). Kegiatan ini bertujuan menyerap aspirasi masyarakat sekaligus memberikan edukasi sejarah terkait perjalanan bangsa.
Dalam pertemuan tersebut, yang dihadiri ratusan warga dan 200 Kader Surabaya Hebat (KSH), Cak Ghoni menekankan pentingnya memahami sejarah bangsa, khususnya terkait TAP MPRS No. 33 Tahun 1967 yang mencabut kekuasaan pemerintahan Presiden Soekarno. Ia menjelaskan bahwa keputusan tersebut didasarkan pada tuduhan yang tidak berdasar terhadap Bung Karno terkait peristiwa Gerakan 30 September (G30S/PKI).
Baca Juga: Jelang Hari Anak Nasional, Sineehi Tiga Lingkungan Jadi Kunci Optimalisasi Tumbuh Kembang Anak
“Ini tidak benar. Sejarah harus diluruskan demi anak bangsa dan generasi mendatang,” tegas Cak Ghoni.
Cak Ghoni juga mengungkapkan bahwa berdasarkan surat resmi Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) pada September 2024, TAP MPRS No. 33/1967 dinyatakan tidak berlaku sejak tahun 2003. Penegasan ini disampaikan oleh MPR kepada keluarga Bung Karno sebagai bentuk klarifikasi sejarah.
Baca Juga: Piala Ketua DPRD Surabaya Siap Cetak Talenta Muda Berkualitas
“Kita harus memahami sejarah ketatanegaraan agar tidak terjebak dalam narasi yang keliru. Keputusan politik di masa lalu memiliki dampak hingga saat ini,” tambahnya.
Selain edukasi sejarah, kegiatan reses ini juga menjadi ajang diskusi antara warga dan Cak Ghoni mengenai berbagai permasalahan sosial dan pendidikan di Surabaya. Aspirasi masyarakat yang disampaikan dalam forum ini akan menjadi bahan perjuangan di tingkat legislatif.
Baca Juga: Dari Anak Biologis hingga Anak Ideologis, PDIP Rungkut BukaJalan bagi Gen Z
“Kami berharap dengan dialog terbuka seperti ini, aspirasi warga dapat terserap dengan baik dan ditindaklanjuti secara konkret oleh Pemerintah Kota Surabaya,” pungkas Cak Ghoni.
Acara reses ini mendapat sambutan antusias dari masyarakat, yang berharap sinergi antara pemerintah dan warga terus diperkuat demi pembangunan Kota Surabaya yang lebih baik. (Mat)
Editor : redaksi