Swaranews.com - PT Suparma, Tbk makin memperkokoh sebagai perusahaan yang konsen pada lingkungan. Hal ini dibuktikan pada tahun 2023 perseroan yang bergerak di bidang kertas ini untuk menggunakan dana Capex(Capital Expenditure) senilai kurang lebih USD 10 juta untuk pembelian steam boiler baru yang lebih ramah lingkungan.
“Nantinya, steam boiler yang baru ini akan meningkatkan kapasitas keluaran steam yang digunakan untuk proses pengeringan kertas sebesar 16�ri semula 155 ton/ hari menjadi 180 ton/hari. Steam boiler yang baru ini lebih ramah lingkungan, karena ditunjang dengan s;esifikasipenggunaan bahan baku batu bara sebesar 25% atau sekitar 60% lebih rendah dibandingkan steam boiler yang sudah ada. Sisanya memanfaatkan limbah sludge IPAL, limbah plastik dan limbah kayu yang diubah menjadi energi panas,” demikian ditegaskan Direktur PT Suparma, Tbk Hendro Luhur, usai RUPS di Surabaya, Kamis, 8 Juni 2023
Baca juga: BYD Tech Culture Fest 2026 Melanjutkan Perjalanan Elektrifikasidi Sirabaya
Pada Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) tahun 2023, perseroan memutuskan tidak membagideviden, meski Perseroan ini meraih peningkatan laba 4,8%.
Menurut Hendro Luhur, laba komprehensif Perseroannya tahun buku 2022 meningkat 4,8% dibandingkan laba komprehensif tahun 2021, yaitu mencapai Rp330,5 miliar.Namun karena perbagai pertimbangan, lanjutnya, pada RUPS tahun 2023 ini Suparma memutuskan tidak membagikan dividen tunai kepada para pemegang sahamnya.
"Tepatnya, setelah dikurangi pembentukan dana cadangan wajib sebesar Rp20 miliar, sisa laba komprehensif tahun berjalan sebesar Rp310,5 miliar. Lalu kenapa tidak membagi deviden, karena laba digunakan untuk memperkuat struktur permodalan Suparma, dan untuk investasi, yang sebagian besar bertujuan untuk peningkatan kapasitas mesin de-inking serta investasi Steam Boiler yang lebih ramah lingkungan," jelasnya.
Lebih lanjut Hendro Luhur menjelaskan, total penjualan produk Suparma masih tetap leading, meski pasar lokal dan internasional mengalami guncangan. “Beban penjualan juga mengalami kenaikan. Naiknya penjualan bersih Suparma yang melebihi kenaikan beban pokok penjualan, menyebabkan marjin laba kotor tahun 2022 mengalami peningkatan menjadi 22,9�ri semula 21,1% di tahun 2021,” ujarnya.
Tercatat sepanjang tahun 2022, beban penjualan mengalami kenaikan sebesar 14,1% yang terutama disebabkan oleh meningkatnya beban ekspor dan pengangkutan sebesar 11,3%. Sedangkan beban umum dan administrasi mengalami penurunan sebesar 2,8% yang terutama disebabkan oleh menurunnya biaya penanganan Covid-19 sebesar 79,3% seiring dengan kasus Covid-19 yang semakin rendah di Perseroan selama tahun 2022.
Baca juga: Diplomasi Kuliner di Jantung Sydney, Mantan Wapres KH Ma'ruf Amin Resmikan Pandawa Warung Kopi Halal
"Meskipun beban keuangan Perseroan mengalami peningkatan sebesar 10,9�ri semula Rp33,1 miliar di tahun 2021 menjadi Rp36,7 miliar di tahun 2022, laba sebelum taksiran beban pajak, laba tahun berjalan dan laba komprehensif tahun berjalan Perseroan naik masing-masing menjadi sebesar Rp431,4 miliar, Rp336,1 miliar dan Rp330,8 miliar atau masing-masing meningkat 14,3%, 14,2�n 4,8%," Jelas Hendro.
Penjualan bersih Suparma, lanjut Hendro, pada tahun lalu mencapai Rp3.138,1 miliar, atau mengalami pertumbuhan 12,3% dibandingkan dengan penjualan bersih tahun sebelumnya.
Sedangkan pertumbuhan penjualan bersih tersebut, dikatakan terutama disebabkan oleh naiknya harga jual rata-rata produk kertas Suparma tahun 2022 sebesar 13,1% dibandingkan harga jual rata-ratanya di tahun 2021. Untuk kuantitas penjualan produk kertas Suparma selama tahun 2022 mencapai 212,1 ribu MT.
Hendro mengatakan,penjualan bersih Suparma untuk periode lima bulan pada tahun 2023, sudah mencapai Rp1.083,1 miliar, atau setara dengan 33,8�ri target penjualan bersih tahun 2023 sebesar Rp3.200 miliar.Sedangkan kuantitas penjualan kertas sebesar 82.849 MT atau setara dengan 32,8�ri target kuantitas penjualan produk kertas tahun 2023 sebesar 252,400 MT. Sementara hasil produksi kertas Suparma periode lima bulan tahun 2023 sebesar 90.017 MT atau setara dengan 36,2�ri target tahun 2023 sebesar 248.600 MT(Sha)
Baca juga: Soft Launching Creative Hub Eks Hi-Tech Mall, Pemkot Surabaya Siapkan Pesta Rakyat Gratis
Editor : redaksi