Swaranews.com - Pasangan Eri Cahyadi - Armuji resmi mendaftar ke KPUD Kota Surabaya pada hari Rabu (28/8/2024). Pasangan yang dikenal dengan sebutan ErJi ini berangkat dari kantor DPC PDIP jalan stail Surabaya pada pukul 09.00 pagi.
"ErJi diantar oleh gabungan partai politik parlemen dan non parlemen, hampir semua partai mendukung ERJI sebagai pasangan calon walikota dan calon wakil walikota Surabaya 2024-2029," kata Badaruddin direktur CDEP.
Baca juga: KPU Provinsi Jawa Timur Siap Gelar Rekapitulasi Perolehan Suara Pilgub 2024 Hari Ini
Dengan dukungan penuh 9 parpol parlemen dan 8 parpol non parlemen, satu sisi sangat menyenangkan dan sisi yang lain sangat berat, tutur Badaruddin.
Badaruddin menyampaikan kenapa beban sangat berat, karena kepercayaan dan harapan masyarakat Surabaya kepada ErJi sangat powerfull.
"Ini sangat berbahaya jika Er-Ji tidak mampu memenuhi harapan masyarakat Surabaya tersebut. Ujian pertama yang harus dilalui oleh pasangan ErJi adalah mampu menang melawan kotak kosong pada helatan Pilwali, ErJi harus menang di atas 70% melawan DPT," terang Badaruddin.
Baca juga: Danramil Bubutan Pastikan Rekapitulasi Surat Suara Aman dan Lancar
Dari hasil beberapa lembaga survei terhadap kepuasan masyarakat Surabaya cukup tinggi selama dipimpin ErJi. Namun jangan lupa masih ada kelompok masyarakat yang tidak puas dengan performa ErJi periode pertama, misal masalah Tanah Ijo / surat ijon sampai sekarang belum terselesaikan dengan baik.
Secara umum program - program ErJi periode pertama cukup bagus dan perlu ditingkatkan jika menang pada periode ke dua.
Baca juga: KPU Jatim Update Data Center Rekapitulasi Sudah 99 Persen
Masalah pendidikan masih menyisakan persoalan, misal zonasi, dan pendidikan setingkat SMA/sederajat, ke depan pemerintah kota harus bisa mengambil alih kebijakan pendidikan tingkat SMA supaya pemberian beasiswa dan prestasi bisa dilakukan maksimal oleh pemerintah kota.
"Dukungan semua parpol parlemen dan non parlemen akan merepotkan kepemimpinan ErJi periode kedua, harus pinter pinter membagi kue," pungkas Badaruddin
Editor : amar