Swaranews.com — Suasana Minggu pagi di Taman Bungkul Surabaya terasa berbeda. Ratusan warga Maluku yang tergabung dalam Komite Perekat Persaudaraan Maluku (KPPM) Surabaya berkumpul dalam semangat persaudaraan menyambut Hari Pattimura ke-208 yang akan diperingati pada 18 Mei mendatang.
Kegiatan yang berlangsung penuh suka cita ini diiringi musik khas Maluku yang membangkitkan semangat. Anak-anak muda dari Amboina Dance membuka acara dengan tarian enerjik yang memukau pengunjung. Aksi mereka disambung dengan penampilan DJ Bram yang sukses mengajak seluruh peserta dan pengunjung Car Free Day untuk berdansa bersama.
Baca juga: Reog Purbaya Surabaya Sabet Tiga Besar Nasional FNRP 2026
Tak hanya komunitas Maluku, masyarakat umum yang sedang berolahraga pun turut nimbrung menikmati alunan musik sambil berjoget. Kebersamaan dan kegembiraan tampak menyatu di ruang publik tersebut.
Ketua KPPM Surabaya, Frans Huwae, SH, MM, menyatakan bahwa KPPM selalu bersinergi dengan program Pemerintah Kota Surabaya dalam mengembangkan budaya dan kreativitas masyarakat Maluku. “Komunitas ini hadir untuk memperkuat persaudaraan sesama anak bangsa, terutama masyarakat Maluku yang tinggal di perantauan,” ujarnya.
KPPM didirikan pada 2003 sebagai respons terhadap konflik sosial yang terjadi di Maluku. Gagasan awal digulirkan oleh Prof. Dr. Paul Tahalele bersama tokoh lintas agama seperti Dr. Alim Tualeka dan Ust. Hamzah Tualeka. Di Surabaya, KPPM mulai aktif sejak 2014 dengan motor penggerak seperti Erik Tahalele, S.Sos dan Nono Sampono.
Sebagai puncak perayaan, HUT Pattimura ke-208 akan digelar di Lapangan Ex THR Surabaya pada 18 Mei 2025 pukul 15.00 WIB. Acara ini mengusung tema “Mari Gandonge, Katong Hidupkan Semangat dalam Jiwa Generasi Maluku.”
Raymond Lesilolo dari panitia menambahkan bahwa akan ada lari obor yang menjadi tradisi tahunan. "Semua pelari adalah anak-anak muda Maluku yang membawa obor dengan semangat maju terus, pantang mundur,” jelasnya.
Frans Huwae juga menyoroti kontribusi aktif warga Maluku di Surabaya. “Saat ini banyak anak muda Maluku yang menjabat sebagai camat, lurah, hingga kepala dinas. Ini bukti nyata peran mereka dalam pembangunan kota,” ujarnya.
Baca juga: Reog Purbaya Surabaya Guncang Panggung Nasional KEN 2026
Acara ini terbuka untuk umum dan dijanjikan akan dipenuhi penampilan budaya dan semangat kebersamaan. “Silakan datang, mari berdendang bersama dan rasakan semangat Pattimura yang membara,” tutup Raymond. (Mar)
Editor : redaksi