Wajah Surabaya ke Depan: Cak YeBe Soroti Keberanian Berubah dan Kolaborasi Nyata

Reporter : amar
Yona Bagus Widyatmoko, Ketua Komisi A DPRD Kota Surabaya. (Tim)

Swaranews.com - Dalam rangka menyambut Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-732 pada 31 Mei 2025, Ketua Komisi A DPRD Kota Surabaya, Yona Bagus Widyatmoko atau yang akrab disapa Cak YeBe, mengajak seluruh elemen kota untuk melihat wajah Surabaya dari sudut keberanian berubah. Menurutnya, keberanian dalam menjalankan visi besar pembangunan menjadi kunci utama dalam mencapai wajah kota yang berkemajuan.

"Kalau ditanya tentang perspektif kota Surabaya ke depan, intinya adalah sekuat dan sebagus apa grand design yang dibuat untuk kota kita tercinta. Semua berawal dari keberanian. Teko wani, wani berubah apa enggak? Nek wani ojo wedi, nek wedi ojo wani. Wes iku ae," tegas Cak YeBe, Kamis (22/5/2025)

Baca juga: Dispendik Surabaya Pastikan Pelaksanaan SPMB Sesuai Ketentuan

Cak YeBe menekankan bahwa perubahan yang nyata tidak bisa hanya bergantung pada pemerintah semata. Perlu adanya partisipasi aktif dari seluruh elemen masyarakat, termasuk warga, tokoh agama, tokoh masyarakat, akademisi, pelaku usaha, legislatif, eksekutif, aparat penegak hukum (APH), hingga media massa.

"Jangan hanya sibuk dengan retorika program dan gagasan yang indah, tapi tak ada keberanian untuk benar-benar menjalankan dan mengubah. Semua pihak harus punya kemauan yang sama. Kalau hanya slogan, itu tidak cukup," ujarnya.

Cak YeBe juga menyoroti pernyataan Wali Kota Surabaya yang sering digaungkan tentang pentingnya kolaborasi dan sinergi antara eksekutif dan legislatif dalam membangun Surabaya. Namun, menurutnya, kolaborasi itu masih belum sepenuhnya terlihat nyata di lapangan.

"Konsistensi statement ini harus bisa diaktualisasikan secara konkret, bukan sebatas ucapan namun realitanya lemah di lapangan," tandasnya.

Baca juga: Permudah Adminduk, Kecamatan Pabean Cantian Luncurkan Inovasi Cak Klepon

Menurut Cak YeBe, wajah Surabaya memang menunjukkan peningkatan di berbagai bidang, termasuk pendidikan dan kesehatan. Namun, masih banyak kekurangan yang harus dibenahi, termasuk dalam hal birokrasi dan pelayanan publik.

"Dari semua aspek, ada yang membaik, ada yang masih lemah. Kita tidak bisa tutup mata," ujarnya.

Yang paling penting, lanjut Cak YeBe, adalah keteladanan dari para pemimpin di Surabaya dalam bersikap dan bertindak. "Poro pemimpin yang ada di Suroboyo harus bisa memberikan contoh sikap yang benar kepada warganya, termasuk konsistensi dalam mengaktualisasikan program di tengah masyarakat," kata Cak YeBe.

Baca juga: PAC PDI Perjuangan Bulak Gelar Dialog Kebangsaan

Cak YeBe berharap, di usia yang ke-732 ini, momentum HJKS dapat menjadi pemicu semangat baru bagi seluruh elemen kota. Ia optimistis, jika keberanian, kolaborasi, dan keteladanan diwujudkan secara konkret, maka wajah kota Surabaya akan semakin sejahtera dan maju.

"Surabaya bisa lebih baik, asal semua pihak ‘wani berubah’," pungkasnya. (mar)

Editor : amar

Peristiwa
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru