SCWI Ajak Generasi Muda Bangun Fondasi Bangsa Bersih dan Berintegritas

Reporter : amar
FGD SCWI peringati Hari Anti Korupsi Sedunia. (Tim)

Swaranews.com — Surabaya Corruption Watch Indonesia (SCWI) menggelar FGD Peringatan Hari Anti Korupsi dan Diskusi Publik di Kedai Seruni, Surabaya. Acara ini di hadiri akademisi, anggota legislatif, pegiat seni-budaya, aktivis antikorupsi, dan perwakilan organisasi kepemudaan untuk memperkuat komitmen bersama dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan akuntabel.

FGD yang mengusung tema “Korupsi Menghancurkan Masa Depan, Hentikan Pembiaran!” ini dihadiri dua pembicara kunci : Dr. Sri Setyadji, SH., M.Hum., Dosen Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Surabaya, serta Chrisman Hadi, SH., MH., Ketua Dewan Kesenian Surabaya yang juga Ketua Dewan Pembina SCWI.

Baca juga: Terima Hibah Apartemen dari KPK, Pemkot Surabaya Siap Manfaatkan untuk Dongkrak PAD

Dalam paparannya, Chrisman Hadi menekankan pentingnya membangun kejujuran kolektif sebagai roh kebudayaan bangsa. Menurutnya, korupsi bukan sekadar pelanggaran hukum, tetapi kerusakan moral dan budaya.

 “Meskipun ibaratnya  satu batu bata kita memberikan untuk masa depan Indonesia. Supaya negara ini menjadi baik, karena fondasi dasar negara itu akan menjadi porak poranda. Karena mentalitet dari kebudayaan bangsa kita ini sejauh ini masih sangat korup. Jadi perlu sebuah kejujuran kolektif sebagai sebuah ruh bangsa untuk melihat bahwa gerakan anti korupsi ini harus di mulai sejak dini dari sejak anak- anak harus di ajari bagaimana di tempa bisa hidup bersama di kelola dengan lebih baik kalau kemudian ada semangat anti korupsi sejak muda, maka itu akan menjadi sebuah bonus demografi dan fondasi bangsa yang lebih baik dan semoga masa depan Indonesia dari masa kemasa akan menjadi lebih baik," ujar Chrisman Hadi, kemarin.

Ketua SCWI Surabaya, Hari Ciptoyono, menegaskan bahwa kelompok muda, terutama Gen Z, memiliki peran strategis dalam memastikan masa depan Indonesia bebas korupsi.

“Generasi gen Z anak-anak muda harus ada rasa peduli pada pemerintahan yang bersih. Jangan sampai anak muda kurang peduli terhadap gejala sosial, saya harapkan pada moment hari Anti Korupsi kita harus betul- betul memberikan motivasi dan dorongan kepada generasi gen Z supaya memikirkan dinamika yang terjadi di masyarakat. Ini adalah suatu gerakan yang di support tidak hanya generasi tua dan generasi muda harus memikirkan suatu negaranya memikirkan negaranya menjadi pemerintahan yang baik. Karena generasi kami yang akan terganti, jadi kami sebagai senior akan perihatin, jika generasi penerus tidak memikirkan nasib bangsanya sendiri," terangnya.

Baca juga: Tokoh Awal yang Mengantarkan Balikpapan Dijuluki Kota Minyak, Kini Pimpin Bidang Politik Dewan Pumpinan Pusat GMNI

Sementara itu, akademisi UNTAG Surabaya, Dr. Sri Setyadji, menekankan bahwa pemberantasan korupsi tidak dapat dilakukan secara parsial. Ia menyoroti bahwa korupsi merupakan ancaman serius terhadap masa depan demokrasi, sistem hukum, dan pembangunan bangsa.
Dalam pandangannya, pendidikan karakter, keteladanan pejabat publik, dan penguatan lembaga pengawasan adalah prasyarat mutlak untuk memutus rantai korupsi pemburu rente yang semakin kompleks.

Ahmad Rico Fuady, Wakabid Sosial Politik GMNI Surabaya Raya, menegaskan bahwa pemberantasan korupsi tidak hanya menjadi isu hukum, tetapi juga perjuangan ideologis dalam membangun bangsa yang berdaulat secara politik dan bermartabat secara sosial.

“Korupsi adalah musuh utama rakyat. Gerakan antikorupsi harus melibatkan kekuatan pemuda sebagai garda moral bangsa. Kami melihat bahwa perjuangan melawan korupsi adalah bagian dari menjaga kedaulatan rakyat. Generasi muda harus berani bersikap, mengawasi, dan mengambil peran dalam menghadirkan tata kelola negara yang bebas korupsi,” ungkap Ahmad Rico Fuady.

Baca juga: FGD Eks GMNI Pecinta Buku Dorong Pemberdayaan SDM dan SDA Berbasis Pancasila

Ia menambahkan bahwa komitmen antikorupsi harus diperjuangkan sebagai bagian dari rekayasa sosial untuk membangun Indonesia yang adil dan beradab.

Melalui kegiatan ini, SCWI menegaskan perlunya gerakan bersama antara masyarakat sipil, akademisi, seniman, organisasi pemuda, dan seluruh elemen bangsa dalam memutus rantai korupsi para pemburu rente yang telah mengakar.

Kegiatan ditutup dengan seruan untuk menjadikan integritas sebagai budaya bangsa dan memastikan upaya pemberantasan korupsi dilakukan tanpa kompromi. (Mat

Editor : amar

Peristiwa
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru