Swaranews.com - Kondisi Geopolitik di Timur Tengah akibat perang Irak dengan AS dan Israel berdampak pada ekspor PT Sekar Laut Tbk ke kawasan Timur Tengah. Meski kontribusi ekspor terhadap kinerja perseroan nilainya kecil, namun terobosan negara ekspor baru menjadi strategi yang dilakukan untuk menutupi berkurangnya volume ekspor yang terjadi pada awal tahun 2026 ini..
“Perseroan sedang mencari negara baru tujuan ekspor, sehingga tidak mengalami penurunan meski ada masalah yang di Timur tengah,” jelas Corporate Secretary PT Sekar Laut Tbk, Jimmy Herlambang,pada paparan public di Surabaya, Selasa, 28 April 2026.
Baca Juga: Selendang Semanggi di Tunjungan, UMKM Legendaris Surabaya Naik Kelas
Jimmy menyatakan, di tengah ketidakpastian perckonomian global, perseroan menutup tahun 2025 dengan hasil memuaskan. Meski dinamika global masih berlanjut, PT Sekar Laut Tbk berhasil menjaga stabilitas kinerja usaha scpanjang tahun. Capaian ini didorong oleh bertambahnya titik distribusi serta inovasi produk.
“Sejalan dengan itu perusahaan terus berupaya mempertahankan kegiatan produksi dan penyaluran produk untuk memenuhi kebutuhan pasar. Hal ini tercermin dari pendapatan yang tumbuh 16% dibandingkan tahun sebelumnya menjadi Rp 2. 651 M, serta laba yang meningkat 6�ri tahun 2024. Pencapaian ini menunjukkan kemampuan Perusahaan untuk tetap tangguh di tengah perekonomian global.”
Menurut Jimmy, tahun 2025 lalu perusahaan kembali dihadapkan pada tantangan ekonomi global. Dimana dampak geopolitik semakin besar dirasakan oleh perekonomian Indonesia. Daya beli Masyarakat yang melemah, meningkatnya suku bunga acuan. Selain itu, semakin maraknya produk dari perusahaan asing yang mulai meramaikan pasar dalam negeri.
“Meskipun demikian, Perusahaan tetap fokus pada penyebaran luas area pemasaran dalam dan luar Pulau Jawa dan perluasan pangsa ekspor. Disamping tantangan diatas, perusahaan juga menghadapi tantangan gejolak harga dan ketersediaan bahan baku,” jelas Jimmy.
Dikatakannya, kondisi geopolitik yang tengah berlangsung dan kondisi cuaca yang tidak menentu berdampak pada gejolak dalam sektor komoditi pangan. Sehingga harga bahan baku meningkat dan ketersediaan bahan baku yang terbatas, yang kemudian berdampak pada naiknya harga pokok produksi.
“Meskipun demikian, kami tetap optimis untuk menargetkan kenaikan penjualan sebesar 10% -20 �n laba bersih sebesar 20%,” tandasnya..
Di sisi lain, Jimmy mengungkapkan bahwa terjadi peningkatan penjualan sambal Finna . Peningkatan ini selaras dengan besarnya jumlah jemaah haji asal Indonesia yang berangkat ke Tanah Suci. Permintaan produk sambal untuk musim haji ini meningkat sekitar 20 persen. Karena sambal ini khas Indonesia sekali
Menurutnya, sambal telah menjadi kebutuhan pokok yang sulit dipisahkan dari lidah masyarakat Indonesia. Lonjakan ekspor ini mayoritas diserap oleh perusahaan-perusahaan katering di Arab Saudi yang melayani jemaah Indonesia. Alih-alih jemaah membawa bekal sendiri, pihak katering kini lebih banyak menyediakan sambal siap saji untuk menjamin kepraktisan dan kebersihan.
Tak hanya sambal, PT Sekar Laut Tbk juga memasok bumbu masak untuk keperluan katering haji melalui kerja sama strategis.
Baca Juga: Siantar Top Tbk Mematok Kenaikan Penjualan Dua Digit Tahun 2026
"Pihak katering di sana tidak mungkin membuat sambal sendiri dalam jumlah besar, jadi mereka mengambil langsung dari kami. Kami juga bekerja sama dengan Kementerian Agama terkait penggunaan bumbu masak kami untuk menu jemaah," tambahnya.
Untuk memudahkan distribusi dan menjaga sterilitas, produk yang diekspor didominasi oleh kemasan sacset. Kemasan ini dinilai lebih aman dari kontaminasi dan praktis bagi jemaah sesuai kebutuhan konsumsi harian.
Dari total 12 varian sambal yang dimiliki perusahaan, sambal terasi tetap menjadi produk yang paling diburu. Jimmy menyebutkan bahwa varian ini menguasai porsi penjualan yang sangat dominan.
"Varian utama tetap sambal terasi, kontribusinya sekitar 60 hingga 70 persen. Sisanya barulah varian lain seperti sambal ijo, sambal bawang, udang, kecombrang, hingga sambal rendang," jelas Jimmy.
Sementara itu, Direktur PT SEkar Laut, Tbk, John C. Gozal menambahkan sepanjang 2025, perusahaan mengalami kenaikan aset lancar sebesar 10%. Komponen aset lancar perusahaan paling besar ada Pada piutang usaha senilai Rp 312 miliar dan persediaan sebesar Rp 454 miliar. Perusahaan juga membukukan peningkatan aset tetap sebesar 28% dibandingkan tahun 2024.
“Secara keseluruhan, total aset perusahaan naik sebesar 18�ri tahun 2024 ke tahun 2025 kewajiban lancar perusahaan meningkat sebesar 22% di tahun 2025. Kontribusi kewajiban lancar paling besar berasal dari pinjaman bank jangka pendek sebesar Rp 238 miliar,” ujarnya.
Baca Juga: Surabaya Shoping Festival 2026 Tebar Promo Belanja hingga Medical Tourism
John menambahkan, persroan berupaya mengelola struktur utang dan likuiditas, dengan melunasi kewajiban jangka pendek lebih cepat, serta meningkatkan total aset lancar, sehingga penurunan kewajiban lancar ini menunjukkan kemampuan likuiditas perusahaan yang semakin baik.
Dari data keuangan PT Sekar Laut Tbk kewajiban jangka panjang di tahun 2025 meningkat sebesar 77% dibandingkan tahun 2024. Peningkatan kewajiban jangka panjang tersebut disesuaikan dengan kebutuhan investasi perusahaan. Total kewajiban perusahaan meningkat menjadi Rp 816 miliar di tahun 2025 dari Rp607 miliar di tahun 2024. Peningkatan total kewajiban sebesar 34% di tahun 2025, terdapat peningkatan liabilitas dikarenakan investasi yang tengah dilakukan perusahaan
Selama tahun 2025, ekuitas kami meningkat sebesar 8%. Kontribusi peningkatan ekuitas terbesar diperoleh dari laba perusahaan di tahun 2025. Kenaikan ekuitas ini menunjukkan kemampuan kami untuk mengelola sumber modal menjadi laba bersih, serta pendanaan non-utang yang akan berdampak pada kesehatan struktur modal
tegas John.
Seiring dengan ketidakpastian kondisi yang terjadi, perseroan mengimbanginya dengan inovasi berkelanjutan, mulai dari pengembangan produk sampai ke pemasaran. Perseroan harus berjalan dinamis dengan kemampuan adaptasi yang tinggi, tentunya disertai dengan pengetahuan akan k pasar dan kemampuan untuk menangkap peluang yang baru. (Sha)
Editor : redaksi