DPRD Surabaya Minta Pengawasan Hewan Kurban Diperketat hingga Kelurahan

avatar Amar
Anas Karno, Sekretaris Komisi A DPRD Surabaya. (Tim)
Anas Karno, Sekretaris Komisi A DPRD Surabaya. (Tim)

Swaranews.com – Ditemukannya satu ekor hewan kurban yang terindikasi mengidap penyakit kulit skabies (kudis) di salah satu lapak penjualan memantik reaksi keras dari kalangan legislatif. Sekretaris Komisi A DPRD Kota Surabaya, Anas Karno, meminta agar pengawasan kesehatan hewan kurban di Kota Pahlawan diperketat hingga ke tingkat kelurahan menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah/2026.

​Menurut Anas, temuan tersebut harus menjadi perhatian serius bagi seluruh pihak. Kelurahan sebagai pemangku wilayah yang bersentuhan langsung dengan aktivitas masyarakat dan pedagang diharapkan tidak tinggal diam.

Baca Juga: Komisi A DPRD Surabaya Minta Penanganan Kasus Pungli SWK Tambak Wedi Sesuai Prosedur Birokrasi

​“Kelurahan jangan pasif. Harus aktif berkoordinasi dengan DKPP (Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian) untuk melakukan pemeriksaan kesehatan hewan kurban secara intensif di lapak-lapak wilayah masing-masing,” kata Anas Karno, Rabu (20/5/2026).

​Politisi PDI Perjuangan ini menilai, langkah preventif menjadi kunci utama agar penyebaran penyakit tidak meluas. Ia menegaskan bahwa pengawasan seharusnya dilakukan sejak dini, yakni mulai dari pintu masuk hewan ke Surabaya hingga ke titik penjualan.

​“Temuan hewan terindikasi skabies ini harus menjadi alarm bersama. Pencegahan harus diutamakan supaya penularan bisa segera dicegah dan masyarakat merasa aman saat membeli hewan kurban,” tegasnya.

​Anas juga mengimbau para pedagang hewan kurban untuk bersikap terbuka dan kooperatif saat petugas kesehatan melakukan pemeriksaan. Jika ditemukan hewan yang bergejala sakit, pedagang wajib segera memisahkannya dari kawanan.

Baca Juga: Fraksi PKS Soroti Kinerja APBD 2025, Bang Jo: BUMD dan Parkir Tak Capai Target, Lampu Kuning Pengelolaan APBD Surabaya

​“Kalau ada hewan yang terindikasi sakit harus segera dipisahkan dan ditangani. Jangan sampai demi mengejar penjualan, kesehatan masyarakat justru diabaikan,” pungkas Anas.

​Sebelumnya, tim gabungan dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Surabaya menemukan satu hewan kurban terindikasi skabies saat menggelar razia di sejumlah lapak.

​Kepala DKPP Surabaya, Nanik Sukristina, memastikan bahwa hewan tersebut telah ditangani secara medis dan dipisahkan dari hewan sehat lainnya.

Baca Juga: DPRD Surabaya Soroti Layanan RSUD Soewandhie Terkait 8 Korban Ricuh di Konser Denny Denny Caknan

​“Hingga saat ini, tim menemukan satu hewan yang terindikasi terkena skabies. Hewan tersebut langsung diperiksa dan diisolasi agar tidak ikut diperjualbelikan kepada masyarakat,” ujar Nanik.

Berita Terbaru