Swaranews.com – Upaya pencegahan stunting terus diperkuat Pemerintah Kabupaten Kediri melalui program “Kamping ASIK” atau Kader PKK Pendamping ASI Eksklusif yang digelar di Desa Tertek, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri. Kegiatan ini melibatkan kader Tim Penggerak PKK, ibu menyusui, serta masyarakat sebagai bentuk kampanye hidup sehat melalui penguatan pemberian ASI eksklusif.
Acara berlangsung penuh antusias dengan dihadiri ibu-ibu bersama balita yang mengikuti berbagai rangkaian kegiatan edukasi dan pendampingan kesehatan. Berdasarkan susunan acara, kegiatan diawali registrasi peserta, pembukaan, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars TP PKK, pembacaan doa, sambutan, hingga penyuluhan kesehatan terkait tumbuh kembang anak.
Selain itu, panitia juga menyerahkan hadiah kepada bayi pemenang lomba ASI eksklusif sebagai bentuk apresiasi kepada para ibu yang berhasil memberikan ASI eksklusif kepada buah hatinya. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi edukasi dan diskusi mengenai pentingnya pemenuhan gizi serta pola asuh sehat untuk mencegah stunting sejak dini.
Baca Juga: Komisi D DPRD Surabaya Sidak Posga Wiyung Pastikan Hak Kesehatan Warga
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri, dr Ika Candra Kusuma, dalam hasil wawancaranya menyampaikan bahwa program Kemping ASIK menjadi langkah strategis dalam memperkuat kembali capaian ASI eksklusif di Kabupaten Kediri.
“Melalui Program Kemping ASIK ini, kami ingin melakukan penguatan kembali program ASI eksklusif di Kabupaten Kediri. Saat ini cakupan ASI eksklusif masih berada di angka 43 persen, sementara target yang ingin dicapai sebesar 57 persen. Karena itu diperlukan dukungan dan keterlibatan semua pihak agar target tersebut dapat tercapai,” ujarnya, Minggu (24/5/2026).
Menurut dr Ika, kader Tim Penggerak PKK memiliki peran penting karena menjadi pihak yang paling dekat dengan masyarakat dan keluarga. Pendampingan secara langsung dinilai efektif dalam memberikan edukasi sekaligus motivasi kepada ibu menyusui.
“Program Kemping ASIK menjadi salah satu upaya untuk memperkuat peran kader Tim Penggerak PKK dalam melakukan pendampingan kepada ibu menyusui di masyarakat. Kader PKK memiliki posisi yang sangat dekat dengan keluarga, sehingga diharapkan mampu memberikan motivasi, pendampingan, serta edukasi secara langsung kepada ibu menyusui agar lebih percaya diri dalam memberikan ASI eksklusif kepada bayinya,” jelasnya.
Baca Juga: Dari Lapangan Kantor Buoati, 927 TPK Satukan Langkah Wujudkan Jeneponto Bebas Stunting
Ia juga menambahkan bahwa kehadiran Ketua TP PKK Kabupaten Kediri dalam kegiatan tersebut menjadi bentuk dukungan nyata terhadap penguatan program ASI eksklusif hingga tingkat desa.
“Kehadiran Ketua TP PKK Kabupaten Kediri dalam kegiatan ini juga menjadi bentuk dukungan nyata terhadap penguatan kembali program ASI eksklusif melalui peran aktif kader PKK hingga tingkat desa,” tambahnya.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Kediri berharap cakupan ASI eksklusif terus meningkat sehingga mampu mendukung percepatan penurunan angka stunting di daerah.
Baca Juga: Kabupaten Kesiri Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026
“Kami berharap melalui penguatan pendampingan oleh kader PKK ini, cakupan ASI eksklusif di Kabupaten Kediri dapat terus meningkat sehingga mampu mendukung upaya pencegahan stunting dan menciptakan generasi yang lebih sehat dan berkualitas,” pungkas dr Ika Candra Kusuma.
Program Kamping ASIK sendiri menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Kediri dalam meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan anak. Dengan kolaborasi antara pemerintah, tenaga kesehatan, kader PKK, serta masyarakat, diharapkan gerakan ASI eksklusif semakin kuat dan mampu menciptakan generasi masa depan yang sehat, cerdas, dan bebas stunting.(Fal)
Editor : redaksi