Ribuan Warga Padati Tugu Pahlawan Gelar Apel Akbar Jogo Suroboyo di HJKS ke-733

avatar Amar
Ribuan warga padati Tugu Pahlawan Surabaya. (Tim)
Ribuan warga padati Tugu Pahlawan Surabaya. (Tim)

Swaranews.com – Halaman monumen bersejarah Tugu Pahlawan dipadati oleh ribuan massa pada Minggu (7/6/2026) pagi. Ribuan warga yang tergabung dalam berbagai elemen masyarakat berkumpul untuk mengikuti Apel Akbar “Jogo Suroboyo”.

​Kegiatan yang digagas oleh komunitas Arek Suroboyo Asli (ARSAS) ini digelar sebagai momentum memperingati Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-733. Selain memperingati hari jadi kota, gelaran ini ditujukan untuk membangkitkan kembali marwah dan semangat persatuan Arek-Arek Suroboyo.

Baca Juga: Jejak Bung Karmo di Kota Pahlawan Lewat Pameran Aku Arek Suroboyo

​Diikuti 4.000 Peserta dari Berbagai Elemen
​Acara dimulai sejak pagi hari dengan antusiasme tinggi dari warga. Kemeriahan diawali lewat kegiatan sehat bersama seperti senam, lari pagi, dan aktivitas kebugaran lainnya.

​Tercatat sekitar 4.000 peserta melebur menjadi satu dalam kegiatan ini. Mereka berasal dari berbagai unsur masyarakat, mulai dari:

​Driver ojek online (ojol)
​Kaum buruh
​Pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM)
​Komunitas suporter Bonek
​Pendekar dari berbagai perguruan silat
​Ketua ARSAS, Heri Bimantara, menyampaikan bahwa gerakan ini lahir dari bentuk kepedulian mendalam terhadap kondisi sosial, ekonomi, dan keamanan Kota Surabaya akhir-akhir ini. Melalui gerakan ini, pihaknya ingin merangkul seluruh elemen masyarakat untuk menyamakan visi tanpa memandang perbedaan kelompok.

​"Surabaya dibangun oleh semangat perjuangan, gotong royong, dan persaudaraan. Melalui Apel Akbar Jogo Suroboyo, kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersatu menjaga Surabaya agar tetap aman, guyub, tertib, dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi warga," ujar Heri di sela-sela acara.

​Hidupkan Kembali Slogan "Wani" yang Positif
​Heri juga menekankan pentingnya menjaga marwah kota agar tidak dipandang sebelah mata. Menurutnya, selama ini masyarakat asli Surabaya dinilai banyak diam. Melalui momentum inilah, jargon "Wani" dihidupkan kembali namun diarahkan ke hal yang positif.

Baca Juga: Bangunan Cagar Budaya Harusnya Dijadikan Penanda Sejarah

​"Kita ingin tunjukkan Arek Surabaya ini wani (berani). Jangan sampai slogan Wani ini hilang dari Kota Surabaya. Wani segalanya, terutama wani tertib," tegasnya.

​Gerakan "Jogo Suroboyo" ini dipastikan bukan sekadar seremonial belaka. Ke depan, ARSAS bersama elemen masyarakat lainnya berkomitmen untuk terus mendorong aksi nyata yang berfokus pada bidang pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan warga. Beberapa langkah konkret yang sedang dan akan terus dikawal antara lain penertiban fasilitas umum hingga penanganan masalah sosial anak.

​Sinergi dengan Pemkot Surabaya
​Dalam melakukan aksi nyata di lapangan, Heri mengungkapkan bahwa pihaknya akan terus bersinergi dengan para pemangku kepentingan, dalam hal ini Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya. Ia berharap kegiatan ini bisa membangkitkan dan menjaga semangat warga untuk berkontribusi membangun kotanya.

Baca Juga: Cross Musea Pertiwi Pameran Kolaborasi Tiga Museum Hadir di Surabaya

​“Kami berharap, acara ini membawa seluruh elemen masyarakat agar tetap solid satu komando, satu hati menjalankan deklarasi yang dibacakan hari ini,” tandas Heri.

​Acara yang berlangsung tertib dan kondusif ini diakhiri dengan Pembacaan Pernyataan Sikap (Deklarasi) bersama oleh seluruh elemen yang hadir. Pernyataan tersebut menjadi simbol komitmen bahwa rakyat Surabaya siap bersatu menjaga keamanan dan kenyamanan kota.

​Sebagai bentuk apresiasi bagi warga yang hadir dan tertib mengikuti acara hingga akhir, panitia juga membagikan ratusan doorprize menarik, dengan hadiah utama berupa sepeda motor. (Mar)

Berita Terbaru