Dewan Dorong Pemkot Lakukan Pemetaan Penanganan Kasus Stunting

avatar swaranews.com

Swaranews.com - Dewan mengapresiasi Program Surabaya Zero Stunting yang dilakukan oleh Pemkot Surabaya. Salah satunya penanganan terhadap kasus anak – anak yang mengalami stunting.

Seperti yang disampaikan oleh Anggota Komisi D DPRD Kota Surabaya, Cahyo Siswo Utomo bahwa stunting pada anak di Surabaya memiliki perbedaan penyebab kemunculannya, ada yang disebabkan oleh kurangnya gizi pada anak, selain itu juga disebabkan oleh penyakit bawaan dan adanya kelainan dalam kandungan.

Baca Juga: Jaga Reputasi Digital, Publik Diingatka Tak Intervensi Karya Jurnalistik

“Kasus stunting pada anak di Surabaya memiliki perbedaan penyebab kemunculannya, ada yang disebabkan karena kekurangan gizi dan juga disebabkan oleh penyakit bawaan serta adanya kelainan di dalam kandungan,” ujarnya saat mengunjungi puskesmas Dukuh Pakis, Kamis (23/12/2021).

Cahyo berharap program Surabaya Zero Stunting bisa terwujud secara efektif dan efisien. Disamping itu dirinya menyarankan perlunya dilakukan perbedaan dalam penanganan stunting.

"Perlu dilakukan perbedaan dalam penanganan masalah stunting yang muncul,” terangnya.

Baca Juga: HUT Ke-99 Usung Semangat Persebaya Untuk Semua

Cahyo menegaskan, terkait kasus anak stunting yang terjadi di Kecamatan Dukuh Pakis. Disebabkan oleh Ibu anak tersebut mengalami ketuban pecah sebelum melahirkan sehingga pada saat si anak lahir perlu dilakukan penanganan secara instensif melalui NICU (Neonatal Intensive Care Unit). Namun terlambat sehingga si anak mengalami stunting.

“Kasus stunting yang terjadi di Kecamatan Dukuh Pakis misalnya, terjadi disebabkan bukan karena kekurangan gizi melainkan terjadi akibat ketuban pecah di awal saat ibunya hendak melahirkan dan terlambat dalam mendapatkan perawatan secara intensif lewat NICU terhadap sang bayi,” urainya.

Baca Juga: M. Faridz Afif Resmi Pimpin DPC PKB Surabaya Periode 2026-2031, Targetkan Kejayaan di Pemilu 2029

Terkait hal tersebut, Politisi Muda yang juga Ketua Fraksi PKS ini mendorong Pemkot untuk melakukan pemetaan terhadap penanganan anak stunting di Surabaya, sehingga bisa dilakukan penanganan yang tepat dan bisa di lakukan monitoring secara holistik oleh dinas terkait.

“Perlu dilakukan pemetaan terhadap penanganan anak stunting, sehingga bisa dilakukan Penanganan yang tepat dan bisa dilakukan monitoring secara holistik oleh dinas terkait, termasuk apakah perlu dilakukan penanganan hingga ke pusat tumbuh kembang anak,” pungkasnya.

Berita Terbaru