Swaranews.com - Kabar terkait Ibu Kota Negara (IKN) baru terus menghiasi berbagai halaman media massa. Pemerintah sendiri, memastikan akan melangsungkan pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) baru di Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur yang diberi nama Nusantara.
Wakil Walikota Surabaya Armuji menyampaikan bahwa kota Surabaya memiliki kesiapan menjadi Pusat Perdagangan dan Jasa apabila pusat Pemerintahan jadi berpindah ke Kalimantan.
"Kalau kita melihat di Amerika Pusat pemerintahan di Washington DC dan Pusat Perdagangan di New York, di Tiongkok juga begitu Pusat Pemerintahan di Beijing dan Pusat Perdagangan di Shanghai, saya yakin kalau Jadi ibu Kota Negara pindah ke Kalimantan Surabaya akan menjadi Pusat Perdagangan dan Jasa," ujar Armuji, kemarin.
Dia menyebutkan bahwa beberapa Faktor yang mendukung Kota Surabaya menjadi Pusat Perdagangan diantaranya, kapasitas pelabuhan di Kota Surabaya merupakan urutan yang ke - 45 pada tahun 2019 , daftar 100 pelabuhan di dunia dengan produksi bongkar muat kontainer terbanyak yang disusun oleh Lloyd's List.
Baca Juga: Sunmori Bersama Ribuan Pecinta Vespa, Wali Kota Eri Cahyadi Kenalkan Wisata Kota Lama
"Infrastruktur Jalan yang terkoneksi dengan Tol panjang juga mendukung arus, barang keluar dan masuk sehingga menjamin distribusi barang berjalan lancar," terang Wakil Walikota Surabaya yang akrab disapa Cak Ji ini.
Menurutnya, akomodasi penginapan Kota Surabaya juga menempati Urutan ketiga di Jawa Timur setelah Pasuruan dan Batu, dengan angka 187 Hotel sesuai data Badan Pusat Statistik.
Baca Juga: Wakil Wali Kota Armuji Ajak Warga Surabaya Teladani Kesetiakawanan Sosial Sabilu Taubah
Sekedar informasi, merujuk situs ikn.go.id, pembangunan IKN membutuhkan waktu puluhan tahun yang terbentang dari 2022 sampai 2045 nanti.
Pada periode 2022-2024, akan dilakukan pemindahan tahap awal ke Kawasan IKN, pembangunan infrastruktur utama seperti Istana Kepresidenan, Gedung MPR/DPR RI dan perumahan, juga meliputi pemindahan ASN tahap awal, serta pembangunan dan beroperasinya infrastruktur dasar untuk 500.000 penduduk tahap awal. Presiden RI direncanakan akan merayakan HUT RI ke-79 di Kawasan IKN pada 17 Agustus 2024. (mar)
Editor : redaksi