Swaranews.com - Emil Elistianto Dardak dilantik oleh Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono pada hari Jumat, 22 April sore. Pengurus baru DPD Partai Demokrat Jawa Timur ini sendiri, 64 persen pengurusnya berusia di bawah 40 tahun.
Menariknya di jajaran Wakil Ketua DPD DPD Partai Demokrat Jawa Timur kali ini terdapat dua putra tokoh Jatim mupun nasional. Pertama, putra Gubernur Provinsi Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Ali Mannagali Parawansa. Kedua, Ali Afandi, putra Ketua DPD RI, La Nyalla Mattalitti.
Baca Juga: Partai Demokrat Surabaya Bagikan Setibu Paket Daging Kurban
Selain itu, beberapa kepala daerah diantaranya, Bupati Lamongan Yuhronur Efendi, Wali Kota Malang Sutiadji, Bupati Pacitan Indarta Nur Bayuaji, Wakil Bupati Tuban Riyadi, Wakil Bupati Mojokerto Muhammad Al Barra, hingga Wakil Bupati Trenggalek Syah Muhammad Natanegara. Mereka tercatat di jajaran wakil ketua.
"Benar, sebagai salah satu Wakil ketua," ujar Ali Mannagali singkat sebelum memasuki arena pelantikan.
Turut memberikan sambutan dalam pelantikan kepengurusan baru DPD Partai Demokrat Provinsi Jawa Timur ini adalah Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, Ketua PW NU Jawa Timur, KH Marzuki Mustamar, Ketua PW Muhammadiyah Jawa Timur, KH Saad Ibrahim, dan ulama kharismatik Jawa Timur KH Imam Hambali.
Nama kepala daerah lain yang juga bergabung di kepengurusan Emil Dardak adalah Bupati Mojokerto Ikfina Fatmawati, Bupati Magetan Suprawoto, Wali Kota Madiun Maidi, dan Bupati Ngawi Ony Anwar.
Di bawah kepemimpinan pria yang saat ini menjabat Wakil Gubernur Jatim ini mereka akan menjalan roda organisasi Partai Demokrat Jawa Timur periode 2022-2026. Jumlah Pengurus DPD PD Jatim kali ini 170 orang.
Baca Juga: Penelitian Kesehatan Berujung Sengketa Hutang, Dokter di Surabaya Mengadu ke DPRD
Momentum pelantikan itu juga dimanfaatkan panitia penyelenggara untuk memberikan dukungan pada seniman Reog Ponorogo yang kini sedang berjuang agar diakui UNESCO. Reog rawan diklaim negara lain. Malaysia pernah mencoba mendaftarkannya pada 2007. Tahun ini muncul kabar bahwa Malaysia akan mendaftarkan Reog lagi ke UNESCO.
Koordinator acara Pelantikan Pengurus DPD Partai Demokrat Jatim Herlina Harsono Njoto mendatangkan Grup Reog Parogo Kanoman Surabaya untuk menyambut kedatangan AHY.
Hal itu dilakukan sebagai bentuk pelestarian budaya Reog agar segera diakui UNESCO.
“Kami harap ada suntikan semangat dan moril ketika mereka bisa bertemu langsung dengan Ketum Partai Demokrat AHY tadi sore," ujar Wakil Ketua Fraksi Partai Demokrat Surabaya itu.
Baca Juga: Targetkan Kejayaan di 2029, Demokrat Surabaya Perkuat Struktur dan Kerja Nyata
AHY sempat berhenti di halaman Imperial Ballroom Pakuwon untuk menyaksikan pertunjukan sampai selesai. Ia juga menyalami dan melakukan tos kepada para seniman Reog yang menyapanya
Di saat muncul ancaman itu, pemerintah ternyata tidak memprioritaskan Reog ke UNESCO.
Pemerintah lebih memilih mendaftarkan jamu sebagai warisan budaya dunia tak benda atau Intangible Cultural Heritage (ICH). (mar) .
Editor : redaksi