Yordan : Masyarakat Perlu Memahami Moratorium Pendidikan SMA

avatar swaranews.com
Yordan, Anggota DPRD Jawa Timur saat reses di Kelurahan Ngagel Rejo, Surabaya. (Bachan)
Yordan, Anggota DPRD Jawa Timur saat reses di Kelurahan Ngagel Rejo, Surabaya. (Bachan)

Swaranews.com - Masalah pendidikan menjadi salah satu topik menarik dalam Penyerapan Aspirasi Masyarakat, agenda Reses III Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur, Yordan M. Batara-Goa, S.T., M Si di Wilayah Kelurahan Ngagel Rejo, Kota Surabaya.

"Jadi memang pertama tentang zonasi ini adalah pengaturan dari pusat. Kita hanya mengambil zonasi yang paling minimal.  Kemudian dari zonasi ini kan muncul keinginan supaya ditambah jumlah sekolah-sekolahnya SMA maupun SMK," ujar Yordan, Kamis (20/10/2022) di Jalan Ngagel Mulyo, Surabaya, malam.

Untuk itu, dirinya menjelaskan bahwa sampai saat ini masih berlaku moratorium pendidikan SMA. Artinya, di Jawa Timur ini sesuai dengan keputusan Gubernur tidak bisa menambah jumlah SMA baru (negeri dan swasta), yang bisa hanyalah SMK baik negeri atau SMK swasta itu boleh.

"Tujuannya apa, supaya perbandingan jumlah SMA dan SMK ini menjadi lebih baik ya SMK menjadi lebih banyak karena memang kenyataannya lebih banyak masyarakat pendidikan sekolah menengah dan pilihannya langsung bekerja," papar Yordan.

Baca Juga: DPRD Kota Surabaya Buka Puasa Bersama dan Pemberuan Santunan Anak Yatim Piatu

Legislator asal Fraksi PDI Perjuangan ini menegaskan bahwa yang paling dibutuhkan saat ini adalah lulusan SMK. Sehingga harapannya lulusan sekolah menengah Kejuruan ini bisa langsung bekerja sesuai jurusan yang ditekuni selama sekolah. (mar)





































Baca Juga: Halal Bihalal DPRD Surabaya, Adi Sutarwijono: Kembali Bekerja, Melayani Masyarakat

Editor : redaksi