Masih Ada Anak Tidak Sekolah di Surabaya karena tak punya biaya

avatar swaranews.com

Swaranews.com - Wakil Ketua Komisi B DPRD Kota Surabaya, Anas Karno menerima pengaduan tentang anak yang tak sekolah dikarenakan kesulitan biaya. Hal itu terungkap saat dirinya melakukan jaring aspirasi masyarakat di wilayah Mulyorejo.

"Bapaknya bernama Yono bekerja buruh bangunan dan tukang sampah di RT saya. ibunya bernama Suwarti sebagai buruh rumah tangga. Untuk makan sehari-hari saja pas-pasan," ujar Reni mantan ketua RT 02/RW 02 Mulyorejo, pada Kamis (26/1/2023).

Baca Juga: Dari Anak Biologis hingga Anak Ideologis, PDIP Rungkut BukaJalan bagi Gen Z

Reni menyebutkan anak tersebut bernama Bayu, tinggal di Mulyorejo gang Suparlan. Dia menyelesaikan pendidikan hanya sampai di tingkat sekolah dasar.

"Saat ini usianya 15 tahun, dan tidak bisa melanjutkan SMP lewat pendaftaran online, karena terbentur usianya yang sudah melewati batas. Padahal dia ingin sekali melanjutkan sekolah," lanjutnya.

Reni menjelaskan, persoalan ini sudah disampaikan ke Lurah, dan disarankan mengikuti kejar paket B yang setara dengan SMP.

"Untuk sekolah kejar paket B membutuhkan biaya Rp 5 juta. Kedua orang tuanya tidak mampu membiayai. Sekarang dia kerja serabutan seperti bantu orang. Kalau nggak ya menggantikan ibunya, membantu bapaknya kerja sebagai tukang sampah," terangnya.

Baca Juga: Dispendik Pastikan MPLS Berjalan Kondusif dan Ramah Anak

Reni berharap, Bayu bisa bersekolah namun tidak memberatkan beban orang tuanya.

"Anak ini bukan anak pemalas dan ingin sekali bersekolah," pungkasnya.

Wakil Ketua Komisi B Anas Karno, memberikan perhatian penuh terhadap persoalan tersebut.

Baca Juga: KPPRA Indonesia Apresiasi Pelaksanaan MPLS di Kota Surabaya

"Pendidikan merupakan modal penting dan menjadi bekal bagi anak, untuk mendapatkan taraf hidup yang lebih baik kelak," terangnya.

Legislator Fraksi PDIP Surabaya tersebut menambahkan, dirinya akan berkomunikasi dengan Lurah Mulyorejo untuk mencari solusi terkait persoalan tersebut.

"Pemerintah kota sudah selayaknya memberikan perhatian terhadap persoalan ini. Saya akan kawal supaya anak tersebut bisa bersekolah. Sayang kalau putus sekolah, karena dia punya semangat tinggi melanjutkan pendidikan," pungkasnya. (mar)

Berita Terbaru