Swaranews.com - Tahun 2023 ini, Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) membuka 3 jalur seleksi, yaitu SNBP, SNBT, dan jalur Mandiri bagi lulusan SMA, SMK dan MA.
“Tahun ini memang ada perubahan mekanisme seleksi masuk perguruan tinggi negeri. Di PENS, 2 jalur seleksi yang dibuka yaitu SNBP dan SNBT mengikuti proses seleksi SNPMB-BPPP," kata Wakil Direktur bidang Akademik Dr.Eng. Bambang Sumantri.
Baca Juga: Jaga Reputasi Digital, Publik Diingatka Tak Intervensi Karya Jurnalistik
Sementara untuk jalur lainnya yaitu jalur Mandiri, akan dibuka di akhir periode seleksi penerimaan di PENS. Menurut Bambang, perubahan mekanisme ini sedikit berdampak pada penurunan jumlah pendaftar.
“Jika sebelumnya ada banyak jalur seleksi yang memunculkan alternatif kesempatan bagi pendaftar untuk bergabung di perguruan tinggi incaran mereka, tahun ini kesempatan itu berkurang. Padahal pendaftar biasanya mempertimbangkan banyak hal sebelum akhirnya memutuskan akan mendaftar kemana,” Bambang mengungkapkan.
Di tahun sebelumnya, seleksi dipisahkan berdasarkan jalur pendidikan. Namun, di tahun ini seleksinya bersamaan sehingga pilihan akan lebih banyak.
“Tahun lalu memang seleksinya terpisah, bagi lulusan yang ingin melanjutkan ke Diploma 3 dan ke Sarjana Terapan. Namun di tahun ini seleksinya bersamaan. Meski begitu, jatah pilihan yang bisa digunakan oleh pendaftar maksimal 2 pilihan program studi saja,” terang Bambang.
Menurut Bambang, jatah pilihan ini harus benar-benar dipergunakan dengan tepat oleh pendaftar dengan mempertimbangkan tingkat persaingan yang ada di masing-masing program studi.
Baca Juga: HUT Ke-99 Usung Semangat Persebaya Untuk Semua
PENS sendiri telah menyiapkan sekitar 35 persen dari total kuota, yaitu 401 kursi untuk jalur SNBP dan 40 persen dari total kuota, serta 456 kursi untuk jalur SNBT. Sementara sisanya 25 persen diperuntukkan bagi jalur Mandiri.
“Pendaftar hingga saat ini masih belum tinggi, bahkan di program studi tertentu masih kurang. Kami membuka diri bagi semua lulusan SMA, SMK dan MA yang ingin bergabung mengisi kuota di jalur seleksi awal ini, SNBT," tandas Bambang.
"Jadi silahkan dimanfaatkan kesempatan ini, mengingat dengan berbagai keterbatasan pendaftar memang harus lebih cermat dan jeli dalam berstrategi,” Bambang menekankan.
Baca Juga: M. Faridz Afif Resmi Pimpin DPC PKB Surabaya Periode 2026-2031, Targetkan Kejayaan di Pemilu 2029
Bambang pun berpesan agar lulusan tidak ragu dalam memilih program studi. Pasalnya, baik Diploma 3 maupun Sarjana Terapan, sama-sama memiliki kualitas keahlian yang sangat dibutuhkan di dunia kerja.
Selain itu, dengan masa studi yang lebih pendek, lulusan Diploma 3 relatif lebih cepat mengisi kebutuhan SDM industri serta dapat melanjutkan studi ke Sarjana Terapan.
“Jadi semua kembali kepada minat dan passion. Studi lanjut bisa di mana saja. Namun, jangan lupa untuk tetap mempertimbangkan berbagai sisi, seperti akreditasi kampus dan kemampuan personal yang mendukung strategi pemilihan prodi dan perguruan tinggi," pungkas Bambang. (rst)
Editor : redaksi