Bapilu DPC PDIP Surabaya: Gerakan Ganjar Presiden Tak Cuma Slogan

avatar swaranews.com
Anas Karno (berdiri) di tengah masyarakat Kalijudan saat sosialisasikan Ganjar Presiden. /Foto: tim
Anas Karno (berdiri) di tengah masyarakat Kalijudan saat sosialisasikan Ganjar Presiden. /Foto: tim

Swaranews.com -  Kepala Badan Pemilu (Bappilu) DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya Anas Karno, blusukan kampung padat penduduk di Kalijudan, untuk menyosialisasikan Ganjar Presiden. Sosialisasi berlangsung lesehan digang kampung, ditemani jajan pasar buatan UMKM warga setempat.

Warga yang berkumpul tak segan menunjukkan stiker Ganjar Presiden, untuk ditempel di pintu, jendela, maupun tembok depan rumah mereka.

Baca Juga: Walikota Eri Cahyadi: Proyeksi Dari PKB Rp 1.2 Triliun

"Saya pendukung PDIP, Pak Anas. Calon Presiden yang dididukung PDIP pasti peduli terhadap wong cilik. Seperti Pak Jokowi sekarang ini," ujar bapak berusia 65 tahun saat bincang santai.

Anas Karno mengatakan, Gerakan Ganjar Presiden intensif dan masif dilakukan para kader PDI Perjuangan Kota Surabaya kepada masyarakat. 

"Gerakan Ganjar Presiden tidak cuma slogan melainkan diwujudkan, dengan blusukan ke masyakat. Mengajak masyarakat memenangkan Ganjar Presiden meneruskan kebaikan Pak Jokowi," tegasnya.

Baca Juga: Abdul Ghoni MN: Kinerja Kadishub Surabaya Perlu Dievaluasi Terkait Temuan Walikota soal Parkir Liar

Lebih lanjut Legislator Fraksi PDIP Surabaya tersebut mengatakan, masyarakat menyambut antusias sosok Ganjar Pranowo sebagai calon Presiden yang diusung PDIP.

"Pak Ganjar punya rekam jejak yang baik, diantaranya saat menjabat sebagai gubernur Jawa Tengah. Karena itu disukai masyarakat," terangnya.

Lebih lanjut Anas mengatakan, masyarakat berkenyakinan Ganjar Pranowo merupakan penerus Jokowi, berikut program-program kerja kerakyatannya. Karena diusung oleh partai yang sama yaitu PDI Perjuangan.

Baca Juga: PKS Resmi Usung Eri Cahyadi Untuk Pilwali Surabaya 2024

"Masyarakat berharap program-program pemerintah saat ini terus diperkuat. Seperti Program Indonesia Pintar (PIP), Kartu Indonesia Sehat (KIS), kemudian perhatian penuh terhadap UMKM," jelasnya.

Saat sosialisasi, warga Kalijudan menyampaikan sejumlah persoalan, diantaranya perbaikan infrastruktur. Yaitu plengsengan sungai yang belum seluruhnya dikerjakan. (mar)

Editor : redaksi