Revitalisasi Pasar Jalan Ditempat, Dana Penyertaan Modal Belum Cair

avatar swaranews.com
Anas Karno (baju putih) saat berdiskusi dengan para direksi PD Pasar Surya. /Foto: tim
Anas Karno (baju putih) saat berdiskusi dengan para direksi PD Pasar Surya. /Foto: tim

Swaranews.com - Revitalisasi pasar di Surabaya tak segera berjalan, menyusul penyertaan modal yang tidak masuk dalam alokasi Perubahan APBD (P-APBD) Kota Surabaya tahun 2023.

"Penyertaan modal sekitar Rp 9,9 milyar masih berproses di Pemkot Surabaya. Jadi revitalisasi yang direcanakan untuk 4 pasar di Surabaya sampai sekarang belum bisa berjalan," ujar Direktur PD Pasar Surya Agus Priyo pada Jumat (15/09/2023), usai rapat koordinasi pembahasan P-APBD 2023 di Komisi B DPRD Surabaya.

Baca Juga: Walikota Eri Cahyadi: Proyeksi Dari PKB Rp 1.2 Triliun

Namun menurut Agus Priyo, pihaknya sudah melakukan sejumlah pembenahan kecil yang bersifat urgent di sejumlah pasar.

"Misalnya di Pasar Kembang, kita sudah memasang atap di lantai 2 lokasi bekas kebakaran, agar pedagang kue dan jajan pasar nyaman saat datang musim hujan," jelasnya.

Agus menambahkan, walaupun pemasangan atap tidak seluruhnya, tapi cukup untuk menampung pedagang.

"Pembenahan ini dananya berasal dari anggaran internal PD Pasar, namun tidak dianggarkan khusus. Melainkan bersifat urgent dan tentatif," terangnya.

Selain itu menurut Agus, pembenahan kecil terhadap pasar di Surabaya juga atas bantuan pemerintah kota. Misalnya pembenahan Pasar Keputran di lantai 2.

Baca Juga: Abdul Ghoni MN: Kinerja Kadishub Surabaya Perlu Dievaluasi Terkait Temuan Walikota soal Parkir Liar

"Kita berharap penyertaan modal dianggarkan di APBD murni tahun 2024, sehingga revitalisasi sepenuhnya terhadap 4 pasar di Surabaya termasuk Pasar Kembang bisa segera dilakukan dengan maksimal," pungkasnya.

Sementara itu Wakil Ketua Komisi B DPRD Surabaya Anas Karno mengatakan, pihaknya terus mendorong supaya penyertaan modal untuk PD Pasar Surya segera dilakukan.

"Penyertaan modal tersebut penting, supaya PD Pasar bisa segera melakukan revitalisasi. Terutama terhadap Pasar Kembang lantai 2 yang kondisinya memprihatinkan pasca kebakaran," terangnya.

Baca Juga: PKS Resmi Usung Eri Cahyadi Untuk Pilwali Surabaya 2024

Selain itu, menurut Anas, Pasar Kendangsari juga butuh sentuhan revitalisasi karena banyak kayu-kayu penyangga yang sudah lapuk. Ditambah pula lantai pasar yang masih berupa tanah.

Sebelumnya Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi sudah berencana melakukan revitalisasi terhadap sejumlah pasar. Revitalisasi terhadap pasar tradisional tersebut dilakukan untuk menggeliatkan ekonomi rakyat.

Penataan pasar tradisional juga untuk menjadikannya, sebagai sarana edukasi hingga wisata, yang bisa bersaing dengan pasar modern. (mar)

Editor : redaksi