Eri Cahyadi Pimpin Refleksi Perobekan Bendera di Hotel Majapahit

avatar swaranews.com
Wakikota Eri Cahyadi saat memerankan sebagai Bung Karno dalam reatrikal perobekan bendera di Hotel Majapahit Surabaya /Foto: Amar
Wakikota Eri Cahyadi saat memerankan sebagai Bung Karno dalam reatrikal perobekan bendera di Hotel Majapahit Surabaya /Foto: Amar

Swaranews.com - Antusiasme masyarakat yang berbondong-bondong melihat teatrikal perobekan bendera hari ini menunjukkan bahwa jiwa perjuangan di Kota Surabaya ini semakin lama semakin tertanam di jiwa arek-arek Suroboyo, dalam jiwa masyarakat Surabaya.

Hal itu disampaikan oleh Walikota Eri Cahyadi sesaat setelah turut serta dalam teatrikal perobekan bendera di Hotel Majapahit duvJalan Raya Tunjungan Surabaya.

Baca Juga: Sub PIN Polio Putaran Kedua di Surabaya Melebihi Target Sasaran hingga 105,94 persen

"Sebenarnya kalau kita melihat bagaimana rakyat Surabaya waktu mempertahankan kemerdekaan Indonesia dengan gagah beraninya merobek bendera warna birunya sehingga menjadi warna merah putih," ujar Eri Cahyadi penuh semangat, Minggu (17/9/2023) sore.

Dia menegaskan, oleh karenanya hari ini, setelah kita merdeka maka kita harus berani menyobek yang namanya kebodohan berani menyobek warna kemiskinan berani menyobek warna stunting. Sehingga dibutuhkan semangat dari arek-arek Suroboyo dan seluruh warga Kota Surabaya untuk memerdekaan Surabaya dari kemiskinan dari kebodohan, stunting dan lain-lain yang bersifat negatif.

Baca Juga: Gandeng Pelaku Bisnis Sukses, Pemkot Gelar Gebyar UMKM Kuliner Surabaya To The Next Level

"Alhamdulillah teatrikal hari ini berbeda. Setiap tahun akan selalu berbeda. Sehingga bisa menarik dan tadi Alhamdulillah yang menyaksikan bukan hanya dari masyarakat Kota Pahlawan ini, melainkan juga dari luar daerah dan luar pulau. Bahkan juga dari manca negara. Ini semakin menunjukkan bahwa terkait dengan perjuangan rakyat Surabaya ini semakin banyak dicintai banyak orang," papar Eri Cahyadi.

Dirinya menjelaskan bahwa kehadiran para Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) ini adalah bukti bahwa kita tidak boleh melupakan sejarah. "Menghormati beliaunya ini adalah orang-orang yang ikut berjuang. Sehingga akhirnya mereka itu memberikan warna kepada kita bahwa bagaimana dulu ributnya, susahnya mereka merebut kemerdekaan," beber Eri 

Baca Juga: Strategi Pemkot Surabaya Dongkrak Produktivitas Pertanian di Dalam Kota

Walikota Surabaya ini menyarakan bahwa saat yang sudah merdeka jangan sampai gegeran, jangan merasa paling pintar, jangan merasa paling benar yang yang sukanya meremehkan orang dan suka memperolokkan sesama.

"Ini yang diajarkan oleh para legiun perang agar kita tetap bersatu menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia," tutup Walikota Eri Cahyadi. (mar)

Editor : redaksi