Prof. Rokhmin : Gemar Makan Ikan Upaya Percepatan Penurunan Stunting

Swaranews.com -  Ikan merupakan makanan terbaik yang banyak mengandung nutrisi yang sangat berguna untuk pertumbuhan dan perkembangan otak. 

Dengan mengonsumsi ikan, dapat menjaga tubuh tetap sehat dan terhindar dari penyakit fisik maupun mental.

Baca Juga: Pj. Gubernur Sulsel dan Kemendagri Dorong USAID Maksimalkan Program

"Cirebon maupun Indramayu merupakan daerah laut dan pantai yang dengan mudah mendapatkan ikan. Di Cirebon dan Indramayu juga banyak pembibitan ikan air tawar. Artinya, tidak susah mendapatkan ikan. Maka, gerakan gemar makan ikan harus digencarkan karena banyak manfaatnya bagi manusia dan mudah didapatkannya," ujar Prof. Dr Ir. Rokhmin Dahuri, M.S., penasehat Menteri Kelautan dan Perikanan.

Pernyataan tersebut disampaikan Prof. Rokhmin saat hadir pada acara Safari Gemarikan yang digelar Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) di dua tempat terpisah.

Kegiatan pertama berlangsung pada Minggu (26/11/2023) di Desa Ciawigajah, Kecamatan Beber, Kabupaten Cirebon. Kedua, di GOR Juntinyuat Kab. Indramayu. Kegiatan ini digagas Kementerian Kelautan dan Perikanan. 

Baca Juga: Pemda Didorong Wujudkan Transisi Energi Berkeadilan dan Pencapaian Net Zero Emission (NZE)

Safari Gemarikan di Desa Ciawigajah maupun di GOR Juntinyuat, diikuti ratusan ibu-ibu. 

"Gerakan gemar makan ikan juga dalam rangka meningkatkan konsumsi ikan serta percepatan penurunan stunting maupun gizi buruk. Dalam kegiatan ini, Kementerian Kelautan dan Perikanan memberikan bantuan kepada masyarakat," tambah tokoh Cirebon asal Desa Gebang yang keilmuannya diakui secara nasional hingga internasional.

Baca Juga: Kemendagri Siapkan Surat Edaran ke Pemda untuk Akselerasi Produksi Lifting Migas

Hadir pula perwakilan dari KKP, Emy Khonifah selaku Koordinator Bidang Promosi PDSPKP KKP dan perwakilan daru World Wildlife Fund (WWF), Caesitria Melfrida. 

WWF merupakan organisasi non pemerintah internasional yang menangani persoalan-persoalan tentang konservasi, penelitian dan lingkungan.

Editor : amar