DPRD Surabaya Minta Pemilik Gedung Kawasan Wisata Kota Lama Turut Berperan Aktif

A.H. Thony Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya. (Amar)
A.H. Thony Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya. (Amar)

Swaranews.com - Destinasi Wisata di Kota Surabaya kini bertambah dengan dilaunchingnya Wisata Kota lama. Berkaitan hal itu Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Surabaya berharap kerja sama dari berbagai pihak.

Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya, A.H. Thony meminta kepada seluruh pemilik gedung di kawasan wisata kota lama agar jangan berdiam diri atau berpangku tangan.

Baca Juga: Wali Kota Eri Cahyadi Resmikan Layanan Kesehatan R1N1, Wujud Penerapan ILP di Surabaya

"Pemkot Surabaya sudah memberikan insentif berupa perbaikan kepada pemilik gedung yang sudah ditetapkan sebagai cagar budaya," ujarnya, (4/7/2024) di riang kerjanya.
A.H. Thony menjelaskan bahwa Pemkot Surabaya sudah melaksanakan amanah UU Cagar Budaya, berupa insentif perbaikan gedung cagar budaya.

"Jadi, ketika pemilik gedung kota lama diberi insentif perbaikan yang dilakukan Pemkot Surabaya. Maka kami berharap pemilik gedung bangkit, manfaatkan. Jangan dibiarkan terus menerus gedung itu tidak berfungsi," tegasnya.

Politisi asal Fraksi Partai Gerindra ini menyampaikan, kalau pemilik gedung tidak mau bangkit dan ikut meramaikan Kota Lama,   Pemkot tentu akan bantu dengan jaminan keamanan gedung, tidak beralih fungsi, dan tidak akan dikuasai, tapi lebih kepada untuk meramaikan destinasi wisata Kota Lama.

"Wisata kota lama Surabaya akan menjadi lokomotif untuk zona-zona lain disekitar kota lama seperti, zona Melayu, Arab, Pecinan di Kya-Kya, dan sempat juga ada yang pertanyakan, lalu dimana pribuminya,"

Pria yang akrab disapa Thony ini menegaskan bahwa Pemkot Surabaya bukan tidak peduli karena tidak ada zona pribumi. Dia menerangkan bahwa bukan itu pengertiannya, melainkan kita semua merasa memiliki kota lama.

Baca Juga: Hari Bhakti Adhyaksa ke-64: Kejari Surabaya Beri Kado Legal Opinion pada Transformasi BUMD Surabaya

"Penataan kota lama dengan zona-zona seperti eropa, Melayu, arab, pecinan, itu merupakan strategi marketing Pemkot Surabaya untuk menarik wisatawan," bebernya.

A.H. Thony menyatakan bahwa dengan demikian, kita bisa merasakan cita rasa Surabaya dari berbagai negara. Misalnya, kita ingin nuansa China kita bisa datang ke kota lama, begitu juga nuansa Arab, Melayu, dan Eropa.

“Ini menunjukkan bahwa Surabaya itu merupakan kota bertaraf dunia,” tukas Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya, A.H. Thony.

Baca Juga: Sidak Stadion Gelora 10 November, Wali Kota Eri Ajak Masyarakat Ramaikan AFF U-19

Terpisah, Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata (Disbudporapar) Kota Surabaya, Hidayat Syah mengatakan, ada sejumlah paket wisata yang disediakan Pemkot Surabaya sudah bisa dinikmati oleh para pengunjung.

"Paket wisatanya akan aktif setiap hari dan bisa dinikmati mulai hari ini," tuturnya.

Hidayat menambahkan, paket wisata ditawarkan dengan harga beragam, seperti persewaan baju bertema Eropa mulai harga Rp35 ribu, berkeliling menggunakan becak kayuh dengan harga Rp20 ribu, dan berkeliling dengan mobil Jeep cukup membayar Rp45 ribu untuk waktu 45 menit.

Editor : amar