Swaranews.com - Permasalahan umum terkait rumah layak huni, gorong-gorong atau pematusan dan permintaan pavingisasi masih menjadi usulan dari para warga masyarakat selama pelaksanaan reses perdana bagi anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Surabaya. Setidaknya masyarakat juga sudah menikmati kemajuan kota pahlawan ini.
"Prinsip pembangunan dan layanan Pemerintah Kota Surabaya sudah bagus. Masyarakat merasakan buah dari pembangunan dan upaya pemerintah selama ini. Tnggal dibutuhkan peningkatan dan formulasi yang lebih matang lagi," ujar Achmad Nurdjayanto, anggota Komisi C DPRD Kota Surabaya kepada Swaranews.com, Senin (4/11/2024) di Jalan Yos Sudarso, Surabaya.
Baca Juga: DPRD Surabaya Minta Warga Tak Kaitkan Mutasi Lurah Tambak Wedi dengan Isu Pungli SWK
Dia menyampaikan bahwa terkait rumah tidak layak huni sudah ada penanganan, sehingga rumahnya menjadi layak huni. Cuman memang dibutuhkan solusi teknis agar penanganan lebih banyak dengan kwalitas yang sama baiknya.
"Kalau untuk pembangunan gorong - gorong, memang kita harus berkoordinasi lebih lanjut dengan dinas atau OPD terkait. Insya Allah dalam minggu ini kita koordinasikan," terang Achmad Nurdjayanto.
Politisi dari Fraksi Partai Golkar DPRD Kota Surabaya ini menegaskan bahwa sebagian besar untuk pembangunan gorong-gorong dan pavingisasi di tiap perkampungan sudah jalan dan sudah banyak yang terealisasi. Tinggal mengawasi dan mendorong eksekutif untuk terus melanjutkan pembangunan sesuai perencanaan.
"Terpenting adalah formulasi dan sosialisasi. Sehingga nasyarakat tahu dan bisa menikmati hasil pe.bangunan di Kota Pahlawan ini. Saya sarankan dan ini menjadi perhatian tetkait gorong-gorong diharapkan pasca penggarapan, sisa-sisa pasir jangan dibuang ke gorong-gorong tersebut. Sehingga tidak nwnyebabkan penyumbatan saluran," harap Achmad Nurdjayanto.
Baca Juga: DPRD Surabaya Minta Penertiban Parkir Tak Kendur, Trotoar Harus Bebas dari Kendaraan
Menjelang Pilkada serentak 2024 juga tak lepas dari perhatiannya. Achmad Nurdjayanto menyebutkan bahwa dirinya terus mengedukasi masyarakat untuk menjalani "Pemilu Adem".
"Saya pakai istilah Pemilu adem untuk menjaga kondusifitas Kots Surabaya. Dengan satu kontestan pasangan calon, saya berharap pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Surabaya tetap adem, terselenggara dengan aman, damai dan tentram," tukas Achmad Nurdjayanto.
Baca Juga: Komisi A DPRD Surabaya Minta Penanganan Kasus Pungli SWK Tambak Wedi Sesuai Prosedur Birokrasi
Editor : amar