Kabupaten Kediri Gelar Apel Ikrar Pelajar Serentak 2025

avatar redaksi

Menindak lanjuti Edaran dari Sekretaris Daerah Nomor400.3/18/418.20/2025 tanggal 6 Maret 2025 tentang Edaran Apel Ikrar Mencegah Kekerasan di Sekolah di Bulan Suci Ramadhan dan Idul Fitri Tanpa Petasan yang ditanda tangani oleh Kepala Dinas Pendidikan kabupaten Kediri,

Swaranews.com - Pemerintah Kabupaten Kediri bersama Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri dan Cabang Dinas Pendidikan Jawa Timur secara serentak mengelar kegiatan apel ikrar di seluruh sekolah dari PAUD, SD/MI, SMP/MTs, SMA/SMK/MA/PK se-Kabupaten Kediri.

Baca Juga: Kabar Gembira! Insentif Guru Madrasah Non-ASN Cair Akhir Juni 2026

Apel Ikrar Pelajar Kabupaten Kediri 2025 digelar sebagai upaya membangun karakter kuat di kalangan siswa. Kegiatan ini menyoroti sejumlah isu klasik yang kerap muncul menjelang Ramadan dan Idulfitri, seperti larangan penggunaan petasan.

Kepala SMPN 3 Pare, Agus Sutjahjo, dalam amanatnya mengajak siswa untuk benar-benar memaknai ibadah puasa di bulan Ramadan dengan meningkatkan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa.

“Mari kita patuhi ikrar ini dengan tidak menyalakan petasan, saling mengasihi sesama teman, menghormati guru, serta menjaga ketertiban di lingkungan sekitar. Patuhi peraturan lalu lintas dan jauhi segala bentuk kekerasan,” ujarnya, Kamis (7/3/2025) pukul 07.00 WIB

Baca Juga: Gerakan Basuh Kaki Orang Tua di Surabaya Dinilai Jadi Terobosan Pendidikan Karakter

 

Kegiatan apel ikrar di gelar yang bertujuan untuk para pelajar agar komitmen mencegah perundungan dan kekerasan, giat belajar selama libur sekolah, serta mempersiapkan diri menghadapi ujian kenaikan kelas dan kelulusan. Selain itu, ikrar juga mencakup kepatuhan terhadap peraturan lalu lintas, menyusul tingginya angka kecelakaan yang melibatkan pelajar di tahun ini. Para siswa juga turut berkomitmen untuk menjauhi narkoba, rokok, dan obat terlarang, serta menolak pernikahan dini hingga putus sekolah.

Selain membangun karakter untuk para pelajar, Apel ikrar ini juga menekankan pentingnya kecermatan dalam menimba ilmu, baik di sekolah maupun di lingkungan tempat tinggal. Peran orang tua dan pendidik menjadi kunci dalam menciptakan generasi yang berkarakter kuat.

Baca Juga: Pelayanan Samsat Keduri Semakin Fleksibel

Turut hadir dalam kegiatan tersebut kepala dinas pendidikan kabupaten Kediri Dr. MOKHAMAD MUHSIN M.Pd., Mari kita jaga nilai-nilai luhur budi pekerti, tanamkan rasa tanggung jawab, disiplin, dan kepedulian terhadap sesama. Dengan begitu, karakter bangsa yang kuat dapat tumbuh sejak dini dalam diri kita masing-masing,” pungkasnya.

Dia  juga menegaskan bahwa seluruh insan pendidikan memiliki tanggung jawab untuk melindungi anak-anak dari tindak kekerasan. Menurutnya, kekerasan di dunia pendidikan tidak hanya terjadi antarsiswa, tetapi juga bisa melibatkan guru dan murid, bahkan orang tua. (Erk)

Berita Terbaru

Peristiwa,

DSDABM Optimalkan Rumah Pompa

Swaranews.com - Hujan deras yang mengguyur Kota Surabaya sejak subuh pada Senin (22/6/2026), menyebabkan sejumlah wilayah mengalami genangan. Namun, hingga