Aksi Damai Para Emak Bela Risma

avatar swaranews.com

Swaranews.com - Viralnya video yang mendiskreditkan Walikota Surabaya Tri Rismaharini mendapatkan tanggapan dari berbagai elemen masyarakat, baik perorangan maupum atas nama organisasi masing-masing. Salah satunya puluhan perempuan yang melakukan aksi damai hari ini.

Mereka mengatasnamakan Emak-emak Surabaya yang menganggkat tema aksi damainya, "Bela Bu Risma". Aksi damai ini adalah bentuk dukungan terhadap Walikota Surabaya yang akrab disapa Risma tersebut.

Baca Juga: Jaga Reputasi Digital, Publik Diingatka Tak Intervensi Karya Jurnalistik

"Hanya orang-orang yang tak beretika yang mau menghancurkan wanita. Tidaklah melihat hasil buah karya wali kota perempuan pertama di Surabaya itu yang telah membangun Kota Pahlawan dengan hati dan segenap jiwa raganya," Teriak Reny Anjani, Koordinator Aksi, di depan Balai Kota Surabaya, Jum’at (27/11/2020) pagi.

Dia menyatakan bahwa masyarakat Surabaya dengan ketulusan hati menikmati buah karya pembangunan Walikota perempuan pertama di Surabaya itu.

"Ya Bu Risma! Wanita tangguh itu membangun Surabaya tidak hanya sekadar badannya. Tetapi Jiwa Surabaya dibangun dengan hatinya pula,” terang Anjani.

Baca Juga: HUT Ke-99 Usung Semangat Persebaya Untuk Semua

Anjani pun mempertanyakan apakah pantas orang-orang yang katanya beradab dan berjiwa satria menghujat seorang wanita yang sudah membangun Surabaya dengan kata-kata tak beretika.

Bagi Anjani, mereka tidaklah sadar bahwa yang dihujat itu adalah seorang ibu yang memimpin Surabaya dengan bijaksana.

Baca Juga: M. Faridz Afif Resmi Pimpin DPC PKB Surabaya Periode 2026-2031, Targetkan Kejayaan di Pemilu 2029

“Lisanmu menunjukkan ketikpantasanmu sebagai warga kota yang bermartabat! Bu Risma itu ibumu, juga ibuku, ibu kita semua warga Surabaya yang hendak kalian hancurkan,” tegasnya.

Dari pantauan di lokasi, massa yang berjumlah sekitar 50 emak-emak tersebut, juga membawa beberapa poster yang berisi dukungan kepada Risma. “Bu Risma simbol keberhasilan Suroboyo”. “Dasar preman prematur. Sopo sing arep koen ancurno??? (siapa yang akan anda hancurkan). Emak-emak Suroboyo??? Ikiloh musuhmu!!! (Ibu-ibu Surabaya??? Iniloh musuhmu) Emak-emak Suroboyo,” begitu isi salah satu tulisan dalam poster yang dibentangkan massa. (mar)

Berita Terbaru