Reses di Kelurahan Gundih, Budi Leksono Soroti Keamanan Lingkungan hingga Kebutuhan Ambulans Medis

avatar Amar
Budi Leksono saat reses di Margorukun. (Tim)
Budi Leksono saat reses di Margorukun. (Tim)

Swaranews.com – Anggota Komisi B DPRD Kota Surabaya, H. Budi Leksono, S.H., menyerap aspirasi warga RT 05 RW 09 Margo Rukun, Kelurahan Gundih, dalam agenda reses yang digelar pada Jumat (13/2) malam. Berbagai persoalan krusial mencuat, mulai dari kerawanan tindak kriminalitas hingga kebutuhan mendesak akan layanan kesehatan.

Ketua RT 05, Zainal, mengungkapkan keresahan warga terkait tingginya angka pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di wilayahnya. Ia mencatat sedikitnya ada empat kejadian kehilangan motor dalam waktu singkat di lingkungan RW 09.

Baca Juga: Hotline Warga Jangan Berhenti di Kelueahan, Anas Karno Minta Terhubung hingga RT/RW

“Daerah sini memang rawan. Kami mengusulkan pemasangan CCTV dan pembangunan pagar di akses masuk dan keluar lingkungan sebagai upaya preventif,” ujar Zainal di hadapan legislator yang akrab disapa Buleks tersebut.

Menanggapi hal itu, Buleks yang juga menjabat sebagai Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Surabaya memastikan bahwa usulan CCTV telah masuk dalam program Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya untuk tahun anggaran 2026.

“Kami meminta pihak kelurahan memberikan perhatian khusus agar usulan warga ini menjadi skala prioritas. Terkait pembangunan pagar, meskipun sifatnya swadaya, saya akan berkoordinasi dengan Pak Lurah untuk mencari solusi terbaik,” jelas Buleks.

Dalam tinjauan langsung ke lapangan, Buleks juga menerima keluhan dari warga lansia dan janda mengenai program Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu). Meski kondisi fisik rumah memprihatinkan, pengajuan bantuan sering terkendala status administrasi karena belum masuk kategori Pra-Miskin (Pramis) maupun Keluarga Miskin (Gamis).

Baca Juga: DPRD Surabaya Minta Lurah hingga OPD Respons Serius Semua Sidak Wali Kota Eri Cahyadi

“Ini permasalahan klasik. Secara kasat mata mereka membutuhkan, tapi secara data administrasi seringkali dianggap mampu. Kami akan mendorong verifikasi ulang agar bantuan pemerintah benar-benar tepat sasaran bagi mereka yang membutuhkan,” tegasnya.

Selain infrastruktur dan sosial, layanan kesehatan menjadi sorotan utama. Buleks menilai jumlah unit ambulans medis di Surabaya perlu ditambah guna mempercepat respons penanganan warga yang sakit darurat.

“Ambulans yang bisa bergerak cepat sangat dibutuhkan. Jangan sampai program kesehatan terkesan asal-asalan; manfaatnya harus benar-benar dirasakan langsung oleh masyarakat bawah,” tambah Buleks.

Baca Juga: Perwakilan RT-RW Tambak Wedi Serahkan Surat Permohonan Hearing ke DPRD Surabaya

Menutup agenda reses, ia juga menekankan pentingnya pemerataan program ketahanan pangan, seperti Gerakan Pangan Murah (GPM), menjelang perayaan hari besar keagamaan.

“Warga berharap pasar murah bisa menyentuh hingga tingkat RW atau kelurahan, terutama menjelang Imlek dan Idul Fitri, agar beban ekonomi masyarakat bisa sedikit teringan secara merata,” pungkasnya. (Mar)

Berita Terbaru

Peristiwa,

Disdukcapil Genjot IKD

Swaranews.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mengapresiasi meningkatnya kesadaran masyarakat dalam memenuhi administrasi kependudukan, baik melalui