Tanpa Jeda Terus Menulis

avatar Amar
Lutfil Hakim, Ketua PWI Jatim (baju hitam saat menerima buku dari Ketua Warumas, Kris Maryono. (tim)
Lutfil Hakim, Ketua PWI Jatim (baju hitam saat menerima buku dari Ketua Warumas, Kris Maryono. (tim)

Swaranews.com - Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Timur, Lutfil Hakim memberikan apresiasi setinggi-tinginya kepada Wartawan Usia Emas (Warumas) dalam launching Buku AntologiPuisi ke-8.

"Saya lebih suka menyebut Sastrawan yang Wartawan, dari pada Wartawan Usia Emas (Warumas) yang terpancang pada usia. Karena menulis puisi tidak semudah menulis berita harus berlandaskan nilai-nilai pengalaman dalam kehidupan dan diwarnai diksi terungkap  dalam kalimat-kalimat yang menarik," ungkapnya.

Baca Juga: Culture Night Dimeriahahkan 14 Delegasi Dalam dan Luar Negeri

Launching Buku Antologi Puisi Ke 8 Warumas "TANPA JEDA" dan Buku 18  Karya Amang Mawardi "JIWA TAMPAK ROHAN" digelar di Balai Wartawan A. AZIZ PWI Jatim Jl.Taman Apsari Surabaya (13/2/2026).

"Saya menyambut gembira para wartawan usia senja yang tetap eksis berkarya di sastra puisi," tambahnya.

Perhelatan launching buku memeriahkan hari jadi PWI ke 80 dan Hari Pers Nasional (HPN) tingkat Jawa Timur dimarakkan uraian sekilas tentang buku TANPA JEDA oleh Doktor Eko Pamuji, Wakil Direktur Uji Kompetensi PWI Pusat.

Doktor Eko menyimpulkan, Tanpa Jeda karya para wartawan usia emas ini menandakan, meski sudah usia senja, dalam benaknya terus berpikir, tiada henti menulis meski bernuansa puisi.

"Bagi para wartawan muda, kiprah Warumas layak ditauladani. Pada usia lanjut masih tetap berkreasi," ujar Doktor Eko yang juga piawai menulis puisi.

Baca Juga: Reog Purbaya Surabaya Sabet Tiga Besar Nasional FNRP 2026

Wartawan Senior Esti Susanti yang membersamai buku ke 18 Amang Mawardi angkat jempol kepada Penasehat Warumas yang mampu meninjau secara totalitas tentang puisi karya Rohanudin bernafaskan kecintaan jiwa berbangsa dan bernegara.

"Tanpa tulisan pak Amang, saya tak akan pernah menemukan keunikan dan kereligiusan puisi karya Rohanudin," tandas Esti yang pernah menjadi wartawan Harian Surya.

Acara yang berlangsung sederhana penuh makna ini diharapkan Ketua Warumas Kris Mariyono, disamping untuk mempermantap jalinan silahturahmi juga memacu semangat para wartawan usia senja beraktualisasi lewat karya sastra puisi.

Dalam rajutan suasana keakraban, disamping dihadiri
para penulis Warumas juga penulis tamu diantaranya Pudianto, Hidayatullah, Hery Siswa, Wartawan Senior -Penyair Jill Kalaran, Penggiat Seni Budaya Desemba Sagita dan Hason Sitorus Penggiat Pendidikan Sosial Budaya.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Buka Utsawa Dharma Gita 2026, Cetak Generasi Muda Hindu Berkarakter dan Peduli Lingkungan

Buku Antoisi Ke 8 Warumas Tanpa Jeda setebal 160 Halaman, berisikan puisi karya 12 Wartawan Usia Emas, 8 penulis tamu Warumas dan diawali beberapa sambutan dari tokoh pers, pendidikan dan tokoh politik. Nama-nama yang berkontribusi dalam antologi ini bukanlah sosok asing di dunia pers Jawa Timur dan nasional.
Ada Sasetyo Wilutomo (eks Penyebar Semangat dan SCTV), Amang Mawardi (Terbit dan Jawa Pos Group), Adam A. Chevni (Bisnis Indonesia), Imung Mulyanto dan Rokimdakas (Surabaya Post).
Juga mencatat Kris Maryono (pensiunan RRI Surabaya), Ariyoko (Republika), A. Pramudito dan Herry Siswanto (Surya), Ida Noershanty Nicholas (Warta Ekonomi), Riamah M. Doulat (Liberty), Toto Sonata (Suara Indonesia), hingga Widodo Basuki (Jayabaya).

Sejumlah penulis tamu seperti Sapto Anggoro, Poedianto, Nunung Harso, Sidiarto, Suhartatik, dan Hidayatur Rachman turut memberi warna.

Performance yang menghangatkan Acara Warumas, penampilan Besut Meimura, Cak Madi Penyair jalanan dan pembacaan Puisi oleh Para penulis Puisi TANPA JEDA. (mar/kris)

Berita Terbaru

Peristiwa,

Disdukcapil Genjot IKD

Swaranews.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mengapresiasi meningkatnya kesadaran masyarakat dalam memenuhi administrasi kependudukan, baik melalui