Paguyuban Masyarakat Tionghoa Rayakan Imlek 2577

avatar redaksi
Masyarakat Surakarta selenggarakan talkshow (tim)
Masyarakat Surakarta selenggarakan talkshow (tim)

Swaranews.com - Paguyuban Masyarakat Surakarta menyambut Imlek 2577 kongzili mengadakan talkshow motivasi dengan tema "Belajar Sampai ke Negeri China", menghadirkan tiga pembicara Novi Basuki (Penulis, Peneliti, Pakar Islam), Azmi Abubakar (Pendiri Museum Peranakan Tionghoa Tangerang) dan Andrie Wongso (motivator nomor satu Indonesia) di gedung PMS, Solo, Kamis (12/2/2026).     

Dalam sambutannya, Sumartono Hadinoto mengharapkan momentum ini dapat menjalin silaturrahmi diantara sesama. Untuk saling belajar, saling mengenal satu dengan lainnya. 

Baca Juga: Pemkot Surabaya Ajak Warga Rayakan Imlek di Kya-Kya Chunjie Fest 2926

"Semoga talkshow ini menambah wawasan kita, khususnya para generasi muda di Solo. Menyerap ilmu teknologi kemajuan pesat Tiongkok untuk diterapkan di Indonesia," harapnya. 

Novi Basuki pembicara pertama menceritakan pengalaman hidupnya saat pertama kali studi ke Tiongkok, mendapatkan komplain dari para tetangga. Tetapi, kedua orangtua nya menjawab dengan taktis "Tuntutlah ilmu sampai ke negeri China."  

Selama 10 tahun dirinya mengetahui bahwa orang Tionghoa  takit miskin dan takut bodoh. Sehingga mereka kerja mati-matian hingga larut malam.  

"Dulu saat kuliah di Tiongkok saya bertemu para mahasiswa Tiongkok belajar dari pagi hingga jam 10 malam dan perpustakaan antri dikunjungi para mahasiswa Tiongkok. Berbeda dengan mahasiswa dari Asean, perpustakaan sepi, itu  akibat mahasiswa Tiongkok takut bodoh," terangnya.     

Baca Juga: Sambut Imlek 2577, DLH Surabaya Pasang Dekorasi Kuda Api di Balai Kota Surabaya dan Alun-Alun

Pria yang akrab dipanggil Wang Xiao Ming ini memberikan tips agar mental bangsa kita tak miskin. Tiongkok merdeka tahun 1949 dan Indonesia merdeka pada 1945. Pada awal 1960an Tiongkok sangat miskin dan menderita, tetapi pada 2000 hingga saat ini mengalami kemajuan pesat sangat luar biasa.  

Mental untuk tak menjadi miskin diterapkan oleh pemerintah Tiongkok. Menjadi kaya adalah mulia itu yang ditanamkan oleh Deng Xiao Ping. Berbeda dengan masyarakat disini kerja keras menjadi kaya uang tak dibawa mati.  

"Kita perlu meniru Tiongkok dalam mensejahterakan rakyatnya," tegas Novi Basuki.  
Azmi Abubakar, pendiri museum peranakan Tionghoa Tangerang ini menanggapi belajar sampai ke negeri China. Tak Kenal maka tak sayang belajarlah dulu ke Aceh sebelum belajar ke China. 

Baca Juga: Pemkot Surabaya Pastikan Stok Harga Pangan Aman Jelang Imlek dan Ramadan

Aceh memiliki hubungan sangat erat dan terjalin lama dengan Tiongkok. Pada abad ke-15 Laksamana Chenghoo memberikan lonceng kepada kerajaan Aceh. Orang Aceh juga makan mie saja tanpa nasi, kalau dibilang paling Tionghoa ya orang Aceh. 
Andrie Wongso motivator nomor satu Indonesia menjelaskan kehebatan Tiongkok menjadi negara adidaya dunia serta memiliki keunggulan di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi hingga bisa menyamai negara adikuasa Amerika. 

"Lima kunci kesuksesan Tiongkok karena memiliki kaya mental antara lain: Pertama, berjiwa besar dan visi besar 
Kedua, bekerja keras, ulet, gigih dan tahan banting. Ketiga, Pemberani menghadapi tantangan, ancaman dan masalah. Keempat, tidak berhenti belajar, berinovasi dan beraktualisasi. Kelima, menghormati leluhur dan berbakti," tuntasnya. (sun)

Berita Terbaru

Peristiwa,

Disdukcapil Genjot IKD

Swaranews.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mengapresiasi meningkatnya kesadaran masyarakat dalam memenuhi administrasi kependudukan, baik melalui