Swaranews.com - Di tengah semangat kreatif generasi muda, puluhan karya seni dari siswa SMKN 12 tampil memikat dalam sebuah festival yang digagas sepenuhnya oleh pelajar. Tanpa sokongan dana sekolah, acara ini justru menjadi bukti bahwa kreativitas dan kolaborasi mampu melahirkan panggung apresiasi yang hidup dan berkarakter
Festival seni yang digelar selama tiga hari, 22–24 April 2026 ini menjadi momentum penting bagi siswa SMKN 12 untuk memperkenalkan wajah baru acara tahunan mereka. Mengusung konsep rebranding, kegiatan yang sebelumnya dikenal dengan nama “Indies” kini hadir dengan skala yang lebih luas, melibatkan hingga 15 jurusan yang ada di sekolah berbasis seni tersebut.
Baca Juga: Culture Night Dimeriahahkan 14 Delegasi Dalam dan Luar Negeri
Ketua pelaksana, Aura kebenaran siswi kelas 12, menjelaskan bahwa acara ini tidak mengusung tema khusus karena fokus utama masih pada tahap pengenalan identitas baru festival.
“Ini acara pertama dengan nama baru, jadi kita ingin orang lebih mengenal dulu. Konsepnya lebih ke pameran karya dari masing-masing jurusan,” ujarnya, Kamis (23/4/2026) di Jalan Gubernur Suryo, Surabaya.
Dari total 15 jurusan, sebanyak 9 jurusan turut ambil bagian dalam pameran kali ini. Setiap jurusan menghadirkan konsep yang berbeda, mencerminkan karakter dan keunikan masing-masing bidang. Pengunjung dapat menikmati beragam tampilan, mulai dari karya dengan nuansa historis seperti Majapahit hingga eksplorasi visual kontemporer yang segar
Seluruh karya yang dipamerkan merupakan hasil tugas akhir siswa yang dikerjakan selama kurang lebih satu tahun. Hal ini menjadikan festival tidak hanya sebagai ajang pamer, tetapi juga bentuk pertanggungjawaban akademik sekaligus ruang apresiasi publik terhadap proses panjang para siswa.
Baca Juga: Siswa Baru Dibekali Literasi Digital, Antinarkoba, hingga Cek Kesehatan Gratis
Menariknya, seluruh penyelenggaraan acara ini digarap secara mandiri oleh siswa, mulai dari perencanaan hingga pembiayaan. Pihak sekolah, dalam hal ini, hanya berperan sebagai pendukung moral.
“Semua dari siswa, dari saya dan tim. Bahkan biaya juga kita usahakan sendiri,” tambah Aura.
Deva Edo Pratama dari SMK Al-Islah Surabaya, menyampaikan acara ini sangat menarik untuk dilihat, ramai, hidup, dan penuh karya yang bikin penasaran. Apalagi ini pertama kalinya baginya datang, jadi pengalaman ini terasa sangat berkesan.
Baca Juga: Pemkot Surabaya Waspadai Paparan Ideologi Ekstrem, Orang Tua Diminta Lebih Peduli
"Kedepannya, saya berharap bisa ikut berpartisipasi, tidak hanya sebagai pengunjung, tetapi juga memajang hasil karya dari sekolah saya. Dengan adanya acara seperti ini, kita bisa saling melihat, menilai, dan mengapresiasi karya teman-teman, baik dari kakak kelas 12 maupun adik-adik kelas 9 SMP. Selain jadi ajang unjuk kreativitas, kegiatan ini juga membuka kesempatan untuk belajar satu sama lain dan menambah semangat berkarya," papar Deva.
Festival ini memberi dampak positif bagi siswa maupun lingkungan sekitar. Bagi siswa, kegiatan ini menjadi ruang nyata untuk menampilkan hasil karya sekaligus melatih kepercayaan diri, kerja sama, dan tanggung jawab dalam mengelola acara secara mandiri. Proses satu tahun yang dituangkan dalam karya juga mendapat apresiasi langsung dari publik.
Di sisi lain, festival ini membuka kesempatan bagi pengunjung untuk mengenal lebih dekat potensi dan kreativitas pelajar. Interaksi antara siswa dan pengunjung turut memperluas wawasan serta memicu inspirasi baru. (Zal)
Editor : redaksi