Swaranews.com – Dalam rangka memperingati Bulan Bung Karno 2026, Pimpinan Anak Cabang (PAC) PDI Perjuangan Kecamatan Bulak melakukan silaturahmi ke Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Bulak. Kegiatan yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan tersebut mengusung semangat “Merawat Harmoni dan Meneguhkan Semangat Kebangsaan”, sebagai bentuk komitmen bersama untuk memperkuat persatuan, menjaga kerukunan, dan merawat nilai-nilai kebangsaan di tengah keberagaman masyarakat.
Silaturahmi tersebut merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Bulan Bung Karno yang dilaksanakan PAC PDI Perjuangan Kecamatan Bulak sebagai upaya mempererat hubungan antara unsur kebangsaan dan keumatan, sekaligus memperkuat semangat gotong royong yang menjadi fondasi kehidupan berbangsa dan bernegara.
Baca Juga: PWNU dan PCNU Usulkan 9 Nana AHWA di Muktamar ke-35
Ketua PAC PDI Perjuangan Kecamatan Bulak, Abdul Ghoni MN, menyampaikan bahwa hubungan antara Bung Karno dan Nahdlatul Ulama memiliki sejarah yang sangat erat serta menjadi salah satu fondasi penting dalam perjalanan bangsa Indonesia.
"Hubungan Bung Karno dan Nahdlatul Ulama memiliki sejarah yang sangat erat. Sejak masa BPUPKI, Bung Karno menjalin kedekatan dengan tokoh-tokoh NU seperti KH. Masykur dan KH. Wahid Hasyim. Dari para ulama inilah beliau semakin mengenal dunia pesantren dan melihat bahwa nasionalisme dan nilai-nilai keagamaan dapat berjalan beriringan dalam memperjuangkan Indonesia," ujar Abdul Ghoni.
Ia menjelaskan bahwa kedekatan tersebut terus terjalin hingga masa kemerdekaan dan menjadi teladan bagi generasi penerus dalam menjaga hubungan harmonis antara kekuatan nasionalis dan religius.
"Kedekatan tersebut terus terjalin hingga masa kemerdekaan. Bahkan Bung Karno pernah menyampaikan kecintaannya kepada NU saat Muktamar NU tahun 1962. Ini menjadi bukti bahwa para pendiri bangsa telah meletakkan fondasi kuat antara semangat kebangsaan dan keumatan. Sebagaimana dawuh Hadratussyaikh KH. Hasyim Asy’ari, agama dan nasionalisme bukanlah dua hal yang bertentangan, melainkan saling menguatkan dalam menjaga bangsa dan negara," lanjutnya.
Menurut Abdul Ghoni, hubungan historis antara Bung Karno dan Nahdlatul Ulama harus terus dirawat dan diwariskan kepada generasi muda sebagai bagian dari pendidikan kebangsaan dan penguatan karakter kader.
"Maka dari itu, kami sebagai kader partai patut menjaga hubungan ini dengan baik agar kader-kader muda kami mengerti akan sejarah yang harus dirawat dan dijaga. Karena untuk menghancurkan sebuah bangsa, hancurkan terlebih dahulu sejarah dan budayanya. Kami tidak ingin generasi muda kehilangan jati diri dan akar perjuangannya sebagai bangsa Indonesia," tegas Abdul Ghoni.
Baca Juga: Bulan Bung Karno: Menghafal Sejarah, Melupakan Cita-cita ?
Abdul Ghoni, selaku Ketua PAC PDI Perjuangan Kecamatan Bulak, juga mengajak seluruh kader dan pengurus MWCNU Kecamatan Bulak untuk turut mendoakan Sukarno melalui pembacaan tahlil. Hal ini sebagai bentuk penghormatan dan mengenang jasa sang Proklamator, mengingat 21 Juni merupakan hari wafat Bung Karno. Ia berharap doa yang dipanjatkan dapat menjadi pengingat bagi seluruh generasi untuk terus meneladani semangat perjuangan, nasionalisme, dan keberpihakan kepada rakyat kecil yang diwariskan Bung Karno.
“Kami juga meyakini bahwa membangun wilayah tidak bisa dilakukan secara individual, melainkan harus dilandasi semangat gotong royong sebagai bentuk kesadaran bahwa manusia adalah makhluk sosial. Karena itu, kolaborasi antara unsur kebangsaan, keagamaan, pemerintah, dan masyarakat menjadi kunci dalam mewujudkan kemajuan serta kesejahteraan bersama," lanjutnya.
Sementara itu, Ketua MWCNU Kecamatan Bulak, Abah H. M. Djunaidi, mengapresiasi silaturahmi yang dilakukan PAC PDI Perjuangan Kecamatan Bulak sebagai langkah positif dalam memperkuat ukhuwah kebangsaan dan menjaga harmoni sosial di tengah masyarakat.
"Kami mengucapkan terima kasih atas silaturahmi yang dilakukan PAC PDI Perjuangan Kecamatan Bulak. Ini menunjukkan bahwa semangat persaudaraan dan kebersamaan masih terus dijaga. Perbedaan latar belakang bukan menjadi penghalang, melainkan kekuatan untuk bersama-sama membangun masyarakat yang rukun dan harmonis," ungkap Abah Djunaidi.
Baca Juga: Bulan Bung Karno, Bangkitkan Patriotisme Lewat Semangat Kebangsaan
Ia menambahkan bahwa menjaga hubungan baik antar elemen masyarakat merupakan bagian dari ikhtiar bersama untuk memperkuat persatuan bangsa.
"Nahdlatul Ulama selalu mengajarkan pentingnya menjaga ukhuwah dan kemaslahatan bersama. Ketika komunikasi terjalin dengan baik, maka harmoni sosial akan semakin kuat dan semangat kebangsaan akan terus tumbuh di tengah masyarakat. Kami berharap sinergi seperti ini terus terjaga dan memberikan manfaat bagi umat serta masyarakat luas," pungkasnya.
Kegiatan silaturahmi berlangsung penuh keakraban dan dialog kebangsaan yang meneguhkan komitmen bersama untuk menjaga persatuan, merawat toleransi, serta memperkuat nilai-nilai gotong royong sebagai fondasi kehidupan bermasyarakat. Melalui momentum Bulan Bung Karno, PAC PDI Perjuangan Kecamatan Bulak dan MWCNU Kecamatan Bulak berharap semangat persaudaraan, kebangsaan, dan keumatan dapat terus tumbuh serta menjadi energi bersama dalam membangun Kecamatan Bulak yang harmonis, maju, dan berkeadilan. (Mar)
Editor : redaksi