Ini Kiprah Civitas Akademika Universitas Narotama Dalam PON XX Papua

avatar swaranews.com

Swaranews.com - Atlet Panahan Jawa Timur, Diananda Choirunisa kembali mengukir prestasi dengan meraih medali emas di nomor recurve individu putri 70 meter Pekan Olahraga Nasional (PON) XX/2021 Papua.

Tahega Primananda Alfath, S.H., M.H. selaku Direktur Kemahasiswaan Universitas Narotama Surabaya mengatakan bahwa Diananda merupakan Mahasiswi Program Studi Manajemen, Fakultas Hukum, Ekonomi dan Pendidikan, Universitas Narotama Surabaya.

"Alhamdulillah, Medali emas pertama di Cabor Panahan dapat diraih oleh atlet Panahan Jatim yang merupakan Mahasiswa Universitas Narotama," ujarnya Selasa (5/10/2021).

Duel antara Diananda Choirunisa melawan Rezza Octavia (Papua) mengawali perebutan medali emas pertama di cabor yang mengandalkan akurasi. Di babak final yang sangat sengit,

Diananda Choirunisa berhasil mengalahkan Rezza Octavia (Papua) dengan skor akhir 6-5. Tahega menyampaikan bahwa untuk cabor Panahan pada PON XX Papua ini.

Beberapa atlet kontingen Jawa Timur merupakan mahasiswa dan alumni Universitas Narotama. Mereka adalah Riau Ega Agatha (alumni program studi Manajemen), Diananda Choirunisa (mahasiswa program studi Manajemen), Yoke Rizal Akbar (mahasiswa program studi Manajemen), dan Yurike Nina Bonita Pereira (mahasiswa program studi Manajemen).

"Tak hanya itu, Dosen pun turut berpartisipasi aktif mendampingi para atlet di lokasi pertandingan dengan peran masing-masing guna kesuksesan kontingen Jawa Timur. Diantaranya ada dua dosen dari Fakultas Hukum, Ekonomi dan Pendidikan (FHEP), yaitu Dr. Reswanda, SE, MM dan IGA Aju Nitya Dharmani, S.ST, SE, MM," terangnya.

Melalui jaringan selulernya, Tahega menyebutkan bahwa Dr. Reswanda, SE, MM adalah Ketua Umum Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PRSI) Jawa Timur dan Wakil Ketua Umum II PB PRSI Bidang Pembinaan Prestasi/Binpres. Sedangkan IGA Aju Nitya Dharmani, S.ST, SE, MM banyak berkiprah yang berhubungan dengan kesehatan para atlet dan tim pendamping.

"Aktivitas setiap hari, rutin memantau grup WA yang terdiri dari satgas tenaga medis, pelatih dan atau oficial cabor yang ada di Kota Jayapura sebagai wilayah kerjanya dan rekan dalam tim yang terdiri dua dokter dan 2 paramedis," pungkasnya. (mar)

Berita Terbaru