Pentingnya Kewirausahaan Bagi Perempuan Pengemudi Ojol di Surabaya

avatar swaranews.com
Kegiatan Pengabdian Masyarakat Dan Program Doktor Pengembangan SDM Pascasarjana Unair untuk 25 Perempuan Driver Ojol. (Restu)
Kegiatan Pengabdian Masyarakat Dan Program Doktor Pengembangan SDM Pascasarjana Unair untuk 25 Perempuan Driver Ojol. (Restu)

Swaranews.com - Program Doktor Pengembangan Sumber Daya Manusia dari Pascasarjana Unair bekerja sama dengan Koperasi Srikandi Roda Jatim menggelar kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat, Jumat 12 Agustus 2022.

Bertempat di Ruang Asmat Gedung ASECC Unair lantai 4, kegiatan ini mengambil tema Kewirausahaan Bagi Perempuan Pengemudi Ojek Online di Kota Surabaya Untuk Menjadi Pribadi Yang Tangguh dan Mandiri. Dihadapan 25 perempuan pengemudi ojek online (ojol) yang dihadirkan sebagai peserta, Prof. Dr. Fendy Suhariadi sebagai pengisi materi kegiatan di sesi pertama menyampaikan bahwa sebagai wanita yang turun di jalan dengan pekerjaan sebagai ojol, maka sebaiknya tidak sendiri.

"Tetapi sebaiknya berkomunitas. Karena dari komunitas itu nantinya adalah cikal bakal untuk berjejaring, diantaranya dengan para akademisi seperti ini," kata Prof. Dr. Fendy, Jumat 12 Agustus 2022.

"Sehingga apa yang menjadi harapan bahwa pengemudi ojol perempuan nantinya akan tumbuh menjadi pribadi yang tangguh dan mandiri itu bisa diperoleh dari jejaring ini," ia melanjutkan.

Pada kesempatan itu, pihaknya juga memberikan motivasi kepada ojol perempuan dengan mengumpamakan para ojol perempuan sebagai kepompong.

"Sekarang ini kita (ojol perempuan) seperti dalam posisi jadi kepompong, untuk jadi lebih baik dengan menjadi kupu-kupu. Jadi harus tetap berusaha menjadi lebih baik," ia mengumpamakan.

Selain mendapatkan pembekalan motivasi, para ojol perempuan ini juga mendapat pembelajaran make-up dari salah satu brand kecantikan terkait bagaimana cara melindungi kulit supaya saat mereka menjalankan profesinya sebagai ojol, kulit mereka tetap sehat. Kemudian, juga mendapat pelatihan fotografi, pelatihan digital marketing, dan pelatihan terampil menata produk display bazar, hingga cooking class bakso dari nangka muda sampai cara menentukan harga jualnya. Sebagai penyelenggara, Dr. Tri Siwi Agustina berharap sejumlah materi yang diberikan tersebut dapat menjadi pembuka bagi kemajuan para ojol perempuan agar tidak hanya berprofesi sebagai pengemudi ojek online saja.

"Mereka mendapatkan motivasi dan masukan-masukan untuk pengembangan diri maupun keterampilan mereka sendiri, agar bisa lebih berkembang sebagai pribadi yang berwirausaha," kata Dr. Siwi.

Menurutnya, hal itu dimaksudkan sebagai bentuk pengabdian atau memberikan perhatian kepada para perempuan yang memang sangat rentan di dalam mereka mencari pekerjaan atau nafkah.

"Termasuk para perempuan yang berprofesi sebagai ojol yang memang mereka adalah seorang pahlawan ekonomi di dalam keluarganya," ia menandaskan.

Pasalnya, didapati suatu kenyataan bahwa beberapa diantara para ojol perempuan tersebut memang membutuhkan suatu perhatian khusus lantaran mereka orang tua tunggal, atau memiliki anak yang berkebutuhan khusus atau disabilitas.

"Bahkan ada yang diantara mereka juga tergolong pada masyarakat berpenghasilan rendah (MBR)," ia menuturkan.(res)

* 25 perempuan pengemudi ojek online hadir dalam kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat dari Program Doktor Pengembangan Sumber Daya Manusia, Pascasarjana Unair.

Editor : redaksi