Lurah Tambak Wedi Melaunching Piro Penting

avatar swaranews.com
Matlilla (kesatu dari kanan) LurahTambak Wedi mendampingi Yuri Widarko (kedua dari kanan) Camat Kenjeran saat meresmikan Piro Penting. /Foto: tim
Matlilla (kesatu dari kanan) LurahTambak Wedi mendampingi Yuri Widarko (kedua dari kanan) Camat Kenjeran saat meresmikan Piro Penting. /Foto: tim

Swaranews.com - Kelurahan Tambak Wedi, Kecamatan Kebjeean, Kota Surabaya terus nelakukan gerakan dan inovasi untuk kesejahteraan dan pemberdayaan masyarakat. Salah satu yang dilakukan adalah melaksanakan program pemerintah kota dalam program zero stunting.

Menurut Lurah Tambak Wedi Matlilla bahwa untuk mengimplementasikan program Pemkot Surabaya, pihaknya melaunching "Piro Penting" (Pijat Zero Penurunan Stunting). Inovasi tersebut diresmikan langsung oleh Yuri Widarko selaku Camat Kenjeran.

"Alhamdulillah hari ini kami menggelar peresmian dan sosialisasi inovasi penurunan untuk penurunan stunting di wilayah Kelurahan Tambak Wedi, Kecamatan Kenjeran," ujar Matlilla kepada Swaranews.com, Jum'at (12/5/2023) di halaman kantor Kelurahan Tambak Wedi.

Lurah Tambak Wedi ini menjelaskan, dalam inovasi kali ini pihaknya bekerja sama dengan Battra dari Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Matlilla menyebutkan bahwa pada siang hingga selesai di lokasi yang sama juga dilaksanakan bazaar Babelapak (Baju Bekas Layak Pakai) yang hasilnya disumbangkan untuk program Penurunan Stunting.

"Selain itu kita juga mengedukasi masyarakat untuk menekan angka Ibu Hamil Kekurangan Energi Kronis atau Bumil KEK dan Balita Stunting," papar Matlilla.

Sebagai informasi, ibu hamil kekurangan energi kronis (Bumil KEK) adalah kondisi dimana ketika seseorang mengalami kelelahan secara terus menerus meski telah beristirahat. KEK dapat terjadi pada ibu hamil.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Camat Kenjeran, Ketua TP PKK Kecamatan Kenjeran, Ketua TP PKK Kelurahan Tambak Wedi, Sekretaris Kelurahan Tambak Wedi, Dosen Battra dan Mahasiswa  Unair, Kasie Kesra Kecamatan Kenjeran, Kasie Kesra Kelurahan Tambak Wedi, Staff Kelurahan Tambak Wedi, Bhabinkamtibmas,
Babinsa, Ketua RW se-Kelurahan Tambak Wedi, Ketua RT se-Kelurahan Tambak Wedi, Kader Surabaya Hebat (KSH) se-Kelurahan Tambak Wedi dan masyarakat Kelurahan Tambak Wedi.

"Harapannya dengan Inovasi Pijat yang kita gagas ini bisa segera menurunkan angka stunting. Karena dari beberapa literatur dan jurnal teknik pijat tuina akan menurunkan angka stunting," terang Matlilla.

Dirinya menegaskan bahwa dengan adanya pijat zero penurunan stunting ini diharapkan inovasi yang sudah diresmikan oleh Camat Kenjeran bisa membantu menurunkan angka stunting di Kelurahan Tambak Wedi dan Kecamatan Kenjeran serta bisa meningkatkan secepatnya gizi anak yang mengalami stunting.

"Kami juga sudah melakukan MoU dengan dengan Politeknik Kesehatan Kemenkes Surabaya untuk nantinya mahasiswa Poltekkes ini akan melakukan pendampingan ke balita yang mengalami stunting sampai dia makan ditungguin dan pendampingan juga kepada Ibu hamil yang mengalami kondisi energi kronis," beber Matlilla.

Dengan konsep tersebut Lurah Tambak Wedi ini berharap bisa mencegah hal-hal yang tak diinginkan baik kepada balita stunting, maupun kepada Bumil KEK.

Baca Juga: Dispendik Pastikan MPLS Berjalan Kondusif dan Ramah Anak

"Insya Allah tidak ada kematian ibu dan anak karena memang konsep kita di situ," tutup Matlilla, Lurah Tambak Wedi. (mar)

Baca Juga: Hotline Lapor Cak Eri Terima 87 Aduan Iuran Kampung, Pemkot Tegaskan Wajib Disetujui Lurah

Berita Terbaru

Peristiwa,

Disdukcapil Genjot IKD

Swaranews.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mengapresiasi meningkatnya kesadaran masyarakat dalam memenuhi administrasi kependudukan, baik melalui