Swaranews.com– Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Surabaya memasuki masa reses Sidang I Masa Persidangan II Tahun 2025, yang berlangsung dari 10 hingga 17 Februari. Dalam agenda ini, para anggota dewan turun langsung ke daerah pemilihan (Dapil) untuk menyerap aspirasi masyarakat secara langsung.
Wakil Ketua DPRD Surabaya, Arif Fathoni, menegaskan bahwa reses merupakan momentum penting untuk memastikan kebijakan yang dibuat benar-benar menjawab kebutuhan warga. Ia menekankan bahwa mendengarkan harapan dan masukan masyarakat bukan sekadar formalitas, melainkan bagian dari perjuangan dalam mempercepat pembangunan kota.
Baca Juga: Hotline Warga Jangan Berhenti di Kelueahan, Anas Karno Minta Terhubung hingga RT/RW
"Melihat, mendengarkan, dan merasakan aspirasi, harapan, serta saran warga lalu menjadikannya alat perjuangan adalah hakikat seorang pelayan rakyat. Itulah yang selama ini kami sampaikan," ujar Fathoni, Rabu (12/02/2025).
Politisi Partai Golkar ini juga memperkenalkan konsep politik riang gembira, di mana komunikasi politik yang santai dan penuh keakraban diharapkan dapat mendekatkan masyarakat dengan para pemimpinnya.
"Tentu harus disertai dengan senda gurau, agar politik riang gembira yang kami tawarkan bukan sekadar utopia," tambahnya.
Baca Juga: DPRD Surabaya Minta Lurah hingga OPD Respons Serius Semua Sidak Wali Kota Eri Cahyadi
Dalam reses tersebut, berbagai masukan dari warga disampaikan, mulai dari perbaikan infrastruktur, peningkatan pelayanan publik, hingga program pemberdayaan ekonomi.
Mas Toni, sapaan akrab Arif Fathoni, memastikan bahwa semua aspirasi yang diterima akan diperjuangkan agar bisa masuk dalam kebijakan pembangunan Kota Surabaya.
"Reses ini menjadi bukti bahwa keterlibatan warga dalam proses politik tidak hanya bersifat formal, tetapi juga bisa dilakukan dengan cara yang lebih inklusif dan menyenangkan," pungkasnya.
Baca Juga: Perwakilan RT-RW Tambak Wedi Serahkan Surat Permohonan Hearing ke DPRD Surabaya
Editor : redaksi